POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus viral siswi SMKN 1 Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) di bawah ini.
Seperti diketahui, salah satu siswi berinisial R baru saja dikeluarkan dari sekolah usai bertindak amoral.
Yang mana, dirinya terekam dengan jelas telah bertindak amoral dengan mengacungkan jari tengah ke salah satu guru.
Baca Juga: Viral Siswi SMKN 1 Gowa Sulsel Dikeluarkan Imbas Acungkan Jari Tengah ke Guru
Tidak heran, fenomena memilukan ini ditanggapi langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Gowa, Muchlis Jufri.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @bugisshare pada Sabtu (2/8/2025).
Dalam unggahannya, Muchlis menuturkan tidak hanya R saja yang dikeluarkan dari sekolah imbas kasus tersebut.
Melainkan, salah satu siswi lainnya berinisial N juga mengalami nasib serupa lantaran telah menyebarluaskan video R bertindak amoral.
Menurut pengakuan Kepsek SMKN 1 Gowa, insiden ini terjadi saat sang guru memberikan tugas kepada muridnya lewat grup WhatsApp (WA).
Namun, saat mengirimkan tugas tersebut, sang guru disinyalir tidak sengaja menekan emotikon jari tengah.
Baca Juga: Jurnalis Televisi Karawang Laporkan Pengurus PTMSI ke Polisi
“Waktu itu gurunya memberikan tugas kepada siswanya lewat grup WA. Di akhir tugasnya dia katakan, selamat menjalankan tugas, dia kasih emotikon jempol,” jelasnya.
“Tapi gurunya salah tindis, emot jari tengah yang tertekan,” lanjut Kepsek SMKN 1 Gowa tersebut.
Waktu silih berganti hingga jadwal sang guru mengajar, R yang sebelumnya menerima emotikon jari tengah itu sontak mempratikkannya.
Bukan main, dirinya tanpa bersalah mengacungkan jari tengah di hadapan wajah gurunya saat sedang berada di ruang kelas.
"Dia praktikkan kenapa di WA ada emot begini (jari tengah), lancang sekali di mukanya gurunya praktikkan jari tengah, di depan gurunya," terang Muchlis.
"Ini anak yang bersangkutan, dia bilang, 'Pak kenapa waktu kasih tugas di WA, kita kasih emot jari tengah'. Dia mau menanyakan itu ke gurunya begitu ceritanya," jelasnya.
Baca Juga: Tom Lembong Bebas, Ucapan Syukurnya Tak Henti, Terima Kasih Presiden Prabowo
Mengetahui hal ini, N yang dikenal sebagai teman R juga ikut serta dengan merekam kejadian dan menyebarluaskannya di media sosial.
Hingga akhirnya, video tersebut dengan cepat beredar luas hingga diketahui oleh pihak sekolah, termasuk Muchlis.
Mengetahui rekaman tidak pantas itu, Kepsek SMKN 1 Gowa sontak memanggil kedua pelaku tersebut.
Baca Juga: INTI Jabar Nobar Film Nasionalis yang Mengajarkan Kepemimpinan dan Keteladanan
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menjelaskan tidak bisa mentolerir tindakan para pelaku terhadap gurunya.
Oleh karena itu, kedua siswi SMKN 1 Gowa itu berakhir dikeluarkan dari sekolah, meski baru seminggu belajar.
“Tapi caranya, memang anak-anak ini yang spontan. Itu yang saya tidak terima juga anak yang video merekam. Jadi dua-duanya dikeluarkan. Sudah dikeluarkan,” jelasnya. ***



