POJOKSATU.id — Jakarta Timur akan menjadi saksi sejarah saat World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 digelar pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, menghadirkan lebih dari 15.000 peserta dari berbagai negara dan daerah.
Acara ini menjadi titik temu besar bagi santri, pelajar, dan pramuka muda dari seluruh dunia dalam semangat perdamaian, kepemudaan, dan keumatan.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menaruh harapan besar agar Jambore ini dapat menjadi ajang strategis untuk menampilkan wajah pesantren Indonesia di panggung internasional.
“Yang bapak-bapak lakukan ini adalah sedang mengukir di atas batu. Dunia pendidikan harus tekun dan tidak boleh terpuruk oleh situasi di luar,” ujar Muzani dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, 27 Juli 2025.
Baca Juga: Baru Diterima, Penyebab Pengunduran Diri Massal Guru Sekolah Rakyat Dibeberkan Mensos Gus Ipul
Ia menegaskan bahwa acara internasional ini bisa membawa dampak positif terhadap pendidikan keagamaan di Indonesia yang selama ini konsisten mengusung nilai moderasi dan toleransi.
“Saya meyakini acara ini membawa manfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia, bahkan internasional,” tambah Muzani.
Tak hanya mendukung, ia juga memberikan penghargaan khusus kepada panitia yang sebagian besar merupakan guru dan alumni pesantren, menyebut profesi mereka sebagai “pengabdi di ruang sunyi” yang mencetak generasi bermutu.
Ketua Panitia WMSJ, Riza Azhari, mengatakan acara ini terbuka untuk semua kelompok dan berterima kasih atas perhatian lembaga tinggi negara yang memberikan dukungan moral kepada penyelenggaraan ini.
“Dukungan MPR terhadap WMSJ membuat kami semakin optimis untuk menyukseskan acara ini,” jelas Riza.
Dengan ribuan peserta lintas bangsa, WMSJ 2025 menjadi momentum strategis untuk menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga siap bersuara dalam percakapan global tentang pendidikan, perdamaian, dan kepemudaan Islam.***




