POJOKSATU.id, JAKARTA— Sekolah Rakyat baru beroperasi sejak 14 Juli 2025 lalu di 100 titik di seluruh Indonesia. Begitu juga gurunya, baru bekerja sejak tanggal itu.
Namun hal tak terduga terjadi, sebanyak 160 lebih guru sekolah yang ditujukan kepada siswa keluarga kurang mampu ini malah mengundurkan diri.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul membenarkan pengunduran diri massal guru sekolah ini dan membeberkan salah satu penyebabnya.
Baca Juga: JADWAL PEMBELAJARAN DIHAPUS dari Dapodik 2026, Ini Cara Baru Hitung VALIDASI Jam SERTIFIKASI GURU
"Kira-kira 160-an guru. Karena mereka merasa penempatannya itu jauh dari tempat tinggalnya," kata Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Sabtu (26/7/2025).
Menurut Gus Ipul, salah satu alasan pengunduran diri itu adalah karena lokasi kerja atau lokasi Sekolah Rakyat itu dengan rumahnya, cukup jauh.
Para guru Sekolah Rakyat ini direkrut oleh Satgas BKN menggunakan sistem dan mekanisme tertentu.
Usai pengunduran diri ratusan guru tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat dengan menyiapkan guru pengganti.
Kemensos sudah menyiapkan guru lain yang memiliki latar belakang pendidikan yang sama.
Gus Ipul memastikan proses pergantian guru tersebut tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
"Ini sudah siap di belakangnya, ada guru-guru yang siap menggantikannya. Mereka yang prinsipnya telah mengikuti proses pendidikan dalam profesi guru, dan mereka sudah mengikuti pendidikan profesi guru," ujarnya lagi.
Para guru di Sekolah Rakyat memiliki latar belakang pendidikan dan telah mengikuti program Pendidikan Profesi Guru.
Saat ini, lanjut Gus Ipul, pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan, termasuk melengkapi kebutuhan tenaga pendidikan lainnya seperti wali asrama, wali asuh, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan.
"Baik itu guru, siswa, maupun juga tenaga pendidikan yang lain. Seperti wali asrama, kemudian wali asuh, tenaga sekuriti, cleaning service, ini semua terus kita lengkapkan," ucapnya.
"Jadi saya harus akui memang ada hal-hal yang harus kita perbaiki ke depan. Tapi secara umum, Alhamdulillah, semua sesuai jadwal," kata Mensos Gus Ipul yang berasal dari Jawa Timur ini.***




