POJOKSATU.ID – Salah satu orang tua murid SDN 01 Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, turut membagikan keresahannya.

Tidak lain, keresahannya itu terkait kebijakan oknum guru berinisial SA yang menetapkan aturan pemecatan siswa.

Dalam aturannya, dirinya mengancam para siswa yang tidak hadir ke sekolah karena sakit selama 3 hari akan dikeluarkan dari SDN 01 OKU.

Baca Juga: Siapa Oknum Guru SDN 01 OKU yang Buat Aturan Pemecatan Siswa? Ternyata Keluarga Bupati

Mengetahui kebijakan tidak lumrah itu, salah satu murid mengaku bahwa dirinya tidak ingin sekolah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Heliyana Putri Hoilid pada Minggu (27/7/2025).

Dalam unggahannya, Asbarudin, mengaku bahwa anaknya enggan kembali bersekolah usai mendengar kebijakan tersebut.

Baca Juga: Contoh Studi Kasus PPG 2025 JENJANG SD TOPIK LENGKAP Minimal 390 Kata: Media Pembelajaran, LKPD, Strategi Pembelajaran dan Penilaian

Namun tidak lama setelahnya, siswa tersebut ingin kembali bersekolah dengan catatan dirinya pindah ruang kelas dari tempat SA mengajar.

“Setelah dibujuk dan dipindah ke kelas lain, barulah anak itu mau kembali bersekolah. Artinya, aturan itu sudah membuat anak-anak ketakutan,” jelasnya.

Perlu diketahui, tidak hanya Asbarudin saja yang membagikan keresahannya terkait aturan oknum guru tersebut.

Baca Juga: Penyidik Polda Metro Jaya Temukan Tas Ransel Milik Arya Daru di Gedung Kemlu, Ponsel Masih Hilang

Melainkan, Emilia, salah seorang wali murid lainnya juga mengungkapkan hal serupa dengan Asbarudin.

Di mana, Emilia mengaku sangat terintimidasi dengan aturan yang dibuat SA lantaran memicu kestabilan mental anaknya.

“Saya sangat kecewa dan tidak terima dengan peraturan yang dibuat oleh guru itu karena sangat otoriter,” jelasnya.

Baca Juga: BRI Ajak Warga Bersih-Bersih Sungai di Bali, 3,2 Ton Sampah Berhasil Dikumpulkan

“Anak saya tiga hari tidak masuk sekolah karena sakit, tapi guru itu tidak ada toleransi dan ingin memberhentikan anak saya,” lanjutnya.

Tidak heran, keresahan para wali murid ini sontak mendapatkan atensi langsung dari Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 01 OKU, Amrullah.

Menurut Amrullah, kebijakan yang dibuat SA kepada para muridnya itu justru tidak diketahuinya sebelum kasus beredar luas.

Baca Juga: Tas Ransel Arya Daru Ditemukan di Tangga Darurat Gedung Kemlu, Isinya Rekam Medis dari RS

Sebab, Kepsek SDN 01 OKU itu mengaku bahwa oknum guru tersebut tidak ada koordinasi terlebih dahulu dengan dirinya.

“Benar, itu perjanjian yang dibuat wali kelas 2B, ibu SA. Salah satu poinnya menyebutkan murid yang tidak masuk selama tiga hari karena sakit akan dikeluarkan,” jelasnya.

“Tapi sampai sekarang SA belum menyampaikan perjanjian itu ke saya, sehingga saya belum bisa mengambil keputusan,” terangnya.

Baca Juga: Kata Kepsek SDN 01 OKU soal Oknum Guru yang Buat Aturan Siswa Sakit 3 Hari Terancam Dikeluarkan

Hingga kini, publik masih mempertanyakan keberlanjutan aturan kontroversial yang dikemukakan SA.

Sebab, sampai saat ini masih belum ada keterangan langsung dari pihak yang bersangkutan mengenai kebijakannya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov