POJOKSATU.ID – Baru-baru ini puluhan mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo, Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi.

Tidak lain, aksi demo itu dilakukan lantaran adanya dugaan kasus pungutan liar (pungli) oleh oknum dosen.

Namun, tidak hanya sekadar pungli, oknum dosen dengan identitas berbeda diduga juga lecehkan seorang mahasiswi UPM Probolinggo.

Baca Juga: Tak Hanya Pungli, Oknum Dosen UPM Probolinggo Diduga Juga Lecehkan Mahasiswi

Menyikapi hal ini, pihak kampus melalui Wakil Rektor III UPM Probolinggo, Moh. Iskak Elly turut menanggapi kasus tersebut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarbromo.jawapos.com pada Jumat (25/7/2025).

Dalam artikelnya, Iskak mengimbau kepada korban yang dilecehkan oknum dosen tersebut agar segera melaporkannya ke pihak terkait.

Baca Juga: Pro Kontra Wacana Honorer R4 Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, R2-R3 Resah

Sebab, penanganan proses dugaan pelecehan salah satu tenaga pendidik UPM Probolinggo tersebut dinilai membutuhkan waktu yang lama.

“Kalau ada bukti soal pelecehan, silakan disampaikan. Tim Komisi Etik akan mengumpulkan data dan fakta, lalu hasilnya akan direkomendasikan ke Senat Universitas,” jelasnya.

“Proses ini panjang dan tidak bisa diselesaikan dalam sehari,” lanjut Wakil Rektor III UPM Probolinggo.

Baca Juga: Honda Pamerkan Rebel 1100 dan New BeAT dengan Warna Baru di GIIAS 2025, Teknologi Makin Canggih!

Diketahui, tanggapan itu disampaikan Iskak usai korban berinisial CY (22) membeberkan kejadian dirinya dilecehkan.

Berdasarkan pengakuan CY, insiden tindak asusila itu terjadi saat dirinya tengah menangani kendala Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) di ruang biro kampus.

Namun, dirinya yang sedang menangani permasalahan sistem itu tiba-tiba mendapat perlakuan tidak pantas oleh salah seorang dosen berinisial RN.

Baca Juga: Wakil Rektor UPM Probolinggo soal Kasus Penahanan Ijazah Mahasiswa: Tidak Pernah Ditahan

Mengetahui perbuatan bejat pelaku, CY sontak meninggalkan ruang dengan dalih akan mengurus kendala sistem pada keesokan harinya.

“Waktu itu saya harus ke biro 1 untuk perbaikan siakad dan bertemu dosen RN. Tapi dia malah menggoda saya. Pernah dia hampir menyentuh pinggang dan mendekatkan Wajahnya,” jelasnya.

“Sementara kondisi ruangan sedang sepi saat itu. Saya takut dan langsung pergi. Saya urus besok saja,” lanjutnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov