POJOKSATU.ID – Cek 5 fakta kasus Priya Nailuredha Thoriq (16) siswa SMAN 6 Garut, Jawa Barat di bawah ini.

Seperti diketahui, belakangan ini nama Priya Nailuredha Thoriq tengah ramai jadi sorotan publik diberbagai media sosial.

Tidak lain, hal ini terjadi usai siswa SMAN 6 Garut tersebut dikabarkan telah meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Gelar Investigasi, Imbas Kasus Siswa SMAN 6 Garut Bunuh Diri Diduga Gegara Dibully

Yang mana, Priya Nailuredha Thoriq nekat bertindak demikian lantaran diduga depresi karena jadi korban bullying di sekolah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media solobalapan.jawapos.com pada Kamis (19/7/2025).

Dalam artikelnya, Priya dikonfirmasi melakukan aksi bunuh di rumahnya saat hendak pergi ke sekolah baru.

Baca Juga: Konsumen MTF Karawang Ini Ngaku Kecewa, Mobil Sudah Diproses, Tiba-Tiba Dijual ke Orang Lain

Seperti diketahui, korban melanjutkan studinya di sekolah lain lantaran memiliki permasalahan nilai akademik di SMAN 6 Garut.

Alih-alih demikian, Priya yang hendak melanjutkan studinya di sekolah lain itu jutru nekat bunuh diri pada Senin (14/7/2025).

Berikut 5 fakta kasus Priya Nailuredha Thoriq:

  1. Orang tua korban akui anaknya dibully

Hal ini diutarakan langsung oleh ibu kandung Priya, Fuji Lestari lewat unggahannya di media sosial.

Menurut pengakuannya, putra kesayangannya itu kerap kali jadi korban bullying oleh teman-teman sekelasnya.

“Suatu hari anak saya mau dipukul ramai-ramai oleh teman sekelas, tangannya dipegangin dan sudah mau dipukuli,” terangnya.

“Alhamdulillah, anak saya berhasil kabur ke ruang BK,” lanjut Fuji, ibu kandung korban lewat akun media sosial pribadinya.

Baca Juga: Sepele Tapi Penting! 5 Risiko Mengabaikan Tutup Pentil Ban Motor

  1. Pihak sekolah bantah adanya aksi bullying

Usai pernyataan ibu kandung korban mencuat, pihak sekolah sontak membantah adanya aksi bullying hingga memicu Priya melakukan aksi bunuh diri.

Menurut pihak sekolah, yang jadi pemicu korban bertindak nekat itu bukan karena perundungan, melainkan disebabkan faktor nilai akademik.

Sebab, Priya disebut tidak menyelesaikan beberapa tugas dari sejumlah mata pelajaran yang dibebankan.

“Sebenarnya ini bermula karena yang bersangkutan tidak naik kelas. Disebabkan ada 7 nilai mata pelajaran itu tidak tuntas,” terang Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Garut, Dadang Mulyadi.

Baca Juga: IJTI Cirebon Raya Dukung Pemkab Indramayu Kosongkan Gedung Graha Pers, Media Harus Independen dan Tak Berpolitik

  1. Keterlibatan oknum guru

Perlu diketahui, yang disebut-sebut sebagai pelaku aksi perundungan itu tidak hanya mencatut teman-teman korban saja.

Melainkan, sejumlah oknum guru SMAN 6 Garut dituding ikut merundung korban hingga berujung nekat bunuh diri.

  1. Gubernur Jawa Barat copot Kepsek SMAN 6 Garut

Menyikapi fenomena tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sontak mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Kepsek SMAN 6 Garut.

Tidak lain, hal tersebut bertujuan agar proses penyelidikan berjalan dengan transparan tanpa merugikan beberapa pihak.

“Untuk mewujudkan seluruh rangkaian ini berlaku secara transparan maka kepala sekolahnya dinonaktifkan sementara sampai pemeriksaan selesai,” terangnya.

Baca Juga: Kebakaran di Rumah Kawasan Tebet, Empat Orang Ditemukan Tewas

  1. Penyelidikan digelar oleh tim investigasi khusus

Gubernur Jawa Barat ini juga disinyalir membentuk tim investigasi khusus yang terdiri dari beragam aparat penegak hukum.

Yang mana, investigasi ini juga melibatkan pakar psikolog guna memperkuat hipotesa penyelidikan.

“Ada dua hal yang kami lakukan, yang pertama adalah kepala sekolahnya dinonaktifkan dulu untuk memudahkan melakukan investigative,” jelasnya.

“Yang kedua, tim investigatif dibentuk terdiri dari, satu Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dua Badan Kepegawaian Provinsi Jawa Barat,” lanjutnya.

“Yang ketiga unsur kepolisian, yang keempat unsur psikolog,” imbuh Gubernur Jawa Barat dalam laporan. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov