POJOKSATU.id, KARAWANG – Seorang warga Karawang yang tengah mengajukan pembelian mobil bekas merasa kecewa berat usai unit incarannya mendadak dijual ke orang lain. Padahal, proses administrasi kredit telah dilakukan dengan serius, bahkan sampai survei rumah.
Calon pembeli yang enggan disebutkan namanya dan berinisial PS itu mengisahkan, kejadian ini bermula ketika ia menerima penawaran mobil Honda Jazz hitam tahun 2015 dari seorang pegawai leasing berinisial DK, yang bekerja di Mandiri Tunas Finance (MTF) Karawang. Ketertarikannya disambut dengan ajakan untuk melihat unit secara langsung pada 23 Juni 2025 di depan kantor MTF di Ruko Grand Taruma.
Saat pengecekan, pembeli menemukan sejumlah kekurangan pada kendaraan, terutama pada bodi dan mesin. DK kemudian menjanjikan bahwa unit tersebut akan diperbaiki lebih dahulu di bengkel, termasuk pengecatan ulang dan perawatan mesin, sebelum diserahkan ke pembeli.
Sebagai tanda keseriusan, calon pembeli mengirimkan dokumen seperti KTP pribadi, KTP istri, dan kartu keluarga. Proses terus berjalan, termasuk kunjungan survei oleh pihak leasing pada 10 Juli 2025 yang memastikan dokumen lengkap dan lokasi tempat tinggal.
Namun, proses yang semula lancar mulai terasa ganjil saat komunikasi dari pihak leasing makin lambat. Calon pembeli mengaku harus terus-menerus menghubungi pihak leasing untuk meminta kejelasan status pengajuan kreditnya, tetapi tak kunjung mendapat jawaban pasti.
Baca Juga: Ada Galian Tanah Ilegal di Dawuan Barat Karawang
Puncak kekecewaan terjadi ketika DK secara tiba-tiba mengabari lewat telepon bahwa mobil yang telah ia proses ternyata sudah dijual ke orang lain. Padahal, selama proses berlangsung, calon pembeli telah berkali-kali mendatangi bengkel untuk memantau perbaikan mobil.
"Kalau memang harus bayar booking fee dari awal supaya unit tidak berpindah ke orang lain, kenapa tidak dijelaskan sejak awal? Saya pasti sanggupi. Tapi tidak pernah dibicarakan. Saya pikir mobil itu memang sudah direservasi untuk saya," ungkap calon pembeli.
Ia menganggap, informasi bahwa unit bisa saja dijual ke pembeli lain seharusnya disampaikan sejak awal, bukan baru diberitahukan saat unit sudah berpindah tangan. "Saya merasa dipermainkan. Ini bukan sekadar urusan bisnis, tapi juga soal etika dalam melayani konsumen," katanya.
Baca Juga: Cegah Stunting, RS Lira Medika Karawang Bagikan Makanan Tambahan
Saat diminta konfirmasi, DK hanya memberikan jawaban singkat. Ia menyebut mobil tersebut memang sudah dijual oleh pihak showroom, tanpa penjelasan lebih lanjut. "Mobilnya sudah dijual sama showroomnya, Pak," tulis DK melalui pesan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Mandiri Tunas Finance Karawang terkait dugaan kelalaian dalam pelayanan konsumen tersebut. ***




