POJOKSATU.ID – Belum lama ini beredar sebuah pengakuan salah seorang siswa SMAN 6 Garut, Jawa Barat.

Yang mana, dirinya mengaku sempat menjadi korban bullying sama halnya dengan Priya Nailuredha Thoriq (16).

Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq berakhir meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri.

Baca Juga: Motor Sering Mogok? Waspadai 6 Gejala Kiprok Rusak yang Sering Diabaikan Pengendara!

Hal tersebut dilakukannya lantaran terlanjur depresi dikarenakan kerap kali dibully oleh teman sekolahnya.

Mendengar kabar mengejutkan dari Priya Nailuredha Thoriq, salah satu pengguna akun yang diduga alumni SMAN 6 Garut turut menceritakan hal serupa.

“Bu, aku juga pernah sekolah disitu, dan sama pernah dibully hampir sama kasusnya, cuit @saniamh_.

Baca Juga: Motor Sering Mogok? Waspadai 6 Gejala Kiprok Rusak yang Sering Diabaikan Pengendara!

“Tapi yang jadi tokoh utamanya aman-aman aja sampe lulus HAHA (tapi alhamdulillah masih ada 4 orang temen cowok yang mau nemenin bahkan satu kelompok sama aku),” lanjutnya.

“Akupun gak memaafkan 1 orang yang namanya aku inget terus sampe mati,” imbuh sang pemilik akun.

Seperti diketahui, insiden mengenaskan ini mencuat usai ibu kandung Priya, Fuji Lestari membagikan keluh kesahnya di media sosial.

Baca Juga: Siapkan Payung Hukum untuk Pesantren, Raperda Fasilitasi Mulai Dibahas DPRD Kota Bandung

Yang mana, keluh kesah itu terkait kekecewaannya terhadap kematian anaknya lantaran telah jadi korban bullying.

Menurut ibu kandung korban, Priya nekat mengakhiri hidupnya tidak lama setelah terlibat konflik dengan teman-temannya.

Berdasarkan informasi dihimpun, konflik tersebut terkait aduan yang dilaporkan korban kepada pihak sekolah.

Baca Juga: Kata Keluarga Korban soal Sosok Pelaku Bullying Priya Nailuredha Thoriq: Silahkan Berpura-pura Lupa dengan Hukum Allah

Diketahui, aduan tersebut berkaitan dengan sikap amoral teman-teman Priya yang menggunakan vape di ruang kelas.

Padahal menurut Fuji, anaknya sama sekali tidak mengadukan perbuatan tercela para pelaku perundungan tersebut.

“Awalnya anak saya dituduh melaporkan teman-temannya yang nge-vape di kelas, padahal dia sama sekali tidak melakukan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Strata 1 dari Pemerintah Kuwait Dibuka hingga 31 Juli 2025, Cek Persyaratan Calon Penerima, Tuition Fee Ditanggung Penuh

Alih-alih demikian, para pelaku yang tidak terima bahwa Priya disebut jadi pengadu dalam hal itu sontak berupaya melakukan aksi kekerasan.

Namun korban yang saat itu hendak dikeroyok berhasil mengamankan diri dengan cara berlari ke ruang Bimbingan Konseling (BK).

“Suatu hari anak saya mau dipukul ramai-ramai oleh teman sekelas, tangannya dipegangin dan sudah mau dipukuli,” terangnya.

Baca Juga: Sebelum Tewas Bunuh Diri, Priya Nailuredha Thoriq Disebut Oknum Guru SMAN 6 Garut Tak Dididik Orang Tua

“Alhamdulillah, anak saya berhasil kabur ke ruang BK,” lanjut Fuji, ibu kandung korban lewat akun media sosial pribadinya.

Lebih lanjut, sejak insiden perundungan tersebut, korban diketahui enggan kembali ke SMAN 6 Garut, tempatnya sekolah.

Hingga akhirnya, Priya dinyatakan oleh pihak sekolah tidak naik kelas lantaran terkendala nilai yang terus-terusan merosot.

Baca Juga: OTT PUPR Sumut di Madina, Apa Peran Pemilik Sparepart Daihatsu Sidimpuan Hingga Diperiksa KPK

Dalam hal ini, pihak sekolah juga menyerukan kepada ibu kandung korban agar anaknya dipindahkan dari sekolah.

Dengan tujuan, Priya yang tinggal kelas dikarenakan terkendala nilai itu tetap bisa naik tingkat sebagaimana mestinya.

Mengetahui seruan tersebut, ibu kandung korban sontak menyetujui perpindahan sekolah anaknya.

Baca Juga: Gelar Harkopnas, Dekopinwil Jatim bikin Gebyar UMKM dan Libatkan 2.025 Penari

Waktu silih berganti, Priya dikabarkan melanjutkan studinya di sekolah lain untuk pertama kali pada Senin (14/7/2025).

Namun, korban perundungan teman sekelas semasa di SMAN 6 Garut itu justru memilih mengakhiri hidupnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov