POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus siswa SMAN 6 Garut di Jawa Barat.

Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq (16) selaku siswa tersebut dikabarkan telah meninggal dunia.

Yang mana, Priya Nailuredha Thoriq berakhir tewas usai melakukan aksi bunuh diri lantaran depresi dikarenakan sering kali dibully.

Baca Juga: Tawuran Remaja Tewaskan Warga Cibubur, Polisi Buru Penyerang yang Diduga Warga Kranggan

Alih-alih demikian, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Garut Dadang Mulyadi justru tidak membenarkan adanya aksi bullying alias perundungan tersebut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media solobalapan.jawapos.com pada Kamis (17/7/2025).

Dalam artikelnya, Dadang menuturkan bahwa pemicu korban melakukan aksi bunuh diri itu tidak lain terkait permasalahan nilai.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL PPG Pedagogik 2025, PPG Angkatan II untuk Guru Agama Digelar September 2025, DIPERBARUI Sesuai Tuntutan Era Digital

Sebab, Priya disebut Kepsek SMAN 6 Garut tersebut mendapatkan nilai yang kurang mumpuni untuk meraih tingkat selanjutnya alias naik kelas.

“Sebenarnya ini bermula karena yang bersangkutan tidak naik kelas. Disebabkan ada 7 nilai mata pelajaran itu tidak tuntas,” terangnya.

Seperti diketahui, bantahan ini disampaikan Dadang usai pernyataan ibu kandung korban, Fuji Lestari beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Sosok Priya Nailuredha Thoriq, Siswa SMAN 6 Garut Meninggal Dunia Usai Bunuh Diri Diduga Gegara Sering Dibully

Di mana, pernyataan tersebut terkait kasus bullying yang menerpa anaknya saat mengemban ilmu pendidikan di SMAN 6 Garut.

Menurut ibu kandung korban, Priya nekat mengakhiri hidupnya tidak lama setelah terlibat konflik dengan teman-temannya.

Berdasarkan informasi dihimpun, konflik tersebut terkait aduan yang dilaporkan korban kepada pihak sekolah.

Baca Juga: Dukung Entaskan Angka Putus Sekolah, KPAI Tak Setuju Rombel 50 Satu Kelas, Berdampak Pada Kualitas Belajar

Diketahui, aduan tersebut berkaitan dengan sikap amoral teman-teman Priya yang menggunakan vape di ruang kelas.

Padahal menurut Fuji, anaknya sama sekali tidak mengadukan perbuatan tercela para pelaku perundungan tersebut.

“Awalnya anak saya dituduh melaporkan teman-temannya yang nge-vape di kelas, padahal dia sama sekali tidak melakukan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Priya Nailuredha Thoriq, Siswa SMAN 6 Garut Bunuh Diri Diduga Gegara Jadi Korban Bullying

Lebih lanjut, kasus ini turut ditanggapi langsung oleh Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.

Joko menuturkan bahwa pihaknya saat ini masih tengah mendalami penyelidikan kasus bunuh diri tersebut.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan rangkaian pemeriksaan awal. Sampai hari ini kami masih menyelidiki lebih lanjut,” terangnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov