POJOKSATU.id, JAKARTA—PNS Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (39) diduga bunuh diri sebagai penyebab kematiannya saat ditemukan meninggal, Selasa (8/7) di kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Jenazah Diplomat Kemlu ini ditemukan di dalam kamar kos nomor 105 yang pintunya terkunci dari dalam.
Kriminolog UI, Adrianus Meliala, menduga kuat Arya Daru bunuh diri. Kapolsek Menteng juga menyampaikan kronologi penemuan mayat yang diduga kuat tak ada kekerasan sebelumnya.
Tak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh Arya Daru. Begitu juga tidak ada barang berharga yang hilang dari kamarnya.
Baca Juga: KPK Didesak Periksa Wabup Madina Atika Azmi, Tak Hanya Geledah Dinas PUPR, Demo di Depan Gedung KPK
"Kalau dari analisis lingkungan, saya meyakini ini adalah salah satu tindakan bunuh diri, karena tidak ada pihak lain yang keluar masuk saat kejadian," kata Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, dikutip dari Kompas Petang, Rabu (9/7/2025).
Polisi menemukan sejumlah obat di lokasi kejadian, di antaranya obat sakit kepala dan asam lambung.
Barang-barang pribadi korban tidak ada yang hilang dan semuanya utuh. CCTV kos korban juga tidak merekam aktivitas mencurigakan sebelum kejadian.
Situasi itulah yang kemudian menguatkan dugaan bahwa Arya Daru meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri.
Menurut Adrianus, salah satu bukti yang paling menguatkan adalah lakban yang melilit kepala Arya Daru.
Dari hasil penyelidikan polisi, sidik jari yang tertinggal di lakban hanya milik korban. Artinya, bisa diduga Arya Daru sendiri yang melakban kepalanya untuk menutup jalur napas.
“Kemungkinan ia lebih dulu menenggak obat tidur," ujarnya.
Kombinasi antara kondisi kamar yang terkunci, tidak adanya orang lain, serta lakban yang hanya memuat sidik jari Arya Daru, membentuk pola dugaan bunuh diri yang sulit diabaikan.
Sementara informasi dari Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menyebut Arya sempat berkomunikasi lewat telepon dengan istrinya pada Senin malam pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Dua Pekan Usai OTT KPK Dinas PUPR Sumut di Madina, KPK Belum Berani Panggil Gubernur Bobby Nasution
"Terakhir itu masih sempat teleponan jam 21.00. Terus jam 5.00 mungkin istrinya mengingatkan salat atau apalah, tapi enggak bisa-bisa sampai jam 7.00 atau 8.00," jelas Rezha.
Karena tak kunjung direspons, sang istri menghubungi penjaga indekos untuk memeriksa kondisi Arya.
Saat kamar diketuk, tak ada jawaban. Setelah meminta bantuan RW dan Bhabinkamtibmas, kamar akhirnya didobrak. Daru ditemukan tak bernyawa, dalam kondisi tragis.
"Si penjaga kos ke RW, RW ke Bhabinkamtibmas, baru kita datang ke TKP," tegas Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandi.
Diketahui, PNS Kemlu Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) dengan kondisi kepala dibalut lakban.
Di Instagram, Arya Daru Pangayunan kerap membagikan kegiatannya sehari-hari. Karier diplomatiknya dimulai sebagai pegawai kontrak di Kedubes RI di Yangon, Myanmar, kemudian ditugaskan ke Dili, Timor Leste (2018–2020) dan Buenos Aires, Argentina (2020–2022).***




