POJOKSATU.ID – Kasus Takbirdha Wardiana alias Mas Pelayaran belakangan ini tengah ramai disorot publik.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai Takbirdha Wardiana dituding jadi pelaku penganiayaan seorang driver ojek online (ojol) di Sleman, Yogyakarta.

Terlebih, dirinya juga bersikap arogan lantaran mengaku merupakan seorang pekerja di pelayaran.

Baca Juga: Nasib Pacar Driver Ojol di Sleman Jadi Korban Penganiayaan Customer ‘Mas Pelayaran’

Usut punya usut, pengakuan tersebut ternyata hanya bualan semata lantaran Takbirdha Wardiana disinyalir masih berstatus mahasiswa.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Fitria Hermawanti pada Minggu (6/7/2025).

Dalam unggahannya, Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Wahyu Agha Ari Septyan turut mengonfirmasi hal tersebut.

Baca Juga: KPK Didesak Panggil Plt Kadisdik Kalteng Soal Dugaan Korupsi Papan Tulis Interaktif

“Terlapor masih berstatus pelajar atau mahasiswa berdasarkan kartu identitas penduduk,” terang Wahyu.

Kasatreskrim Polresta Sleman itu juga menambahkan bahwa kasus yang menimpa driver ojol tersebut masih tengah dalam proses.

Sebab, pihaknya masih mendalami dugaan penganiayaan yang dituduhkan terhadap pelapor kepada Takbirdha.

Baca Juga: KPK Bantah Keras Kapolres Ikut Diamankan OTT di Madina, Beberkan Nama 7 Orang Dibawa ke Jakarta

“Kami masih dalami benar (atau) enggak terjadi penganiayaan, karena di situ (saat kejadian) ada beberapa orang,” tandasnya.

Seperti diketahui, Takbirdha selaku terduga pelaku tindak pidana ini juga turut menanggapi insiden tersebut.

Yang mana, dirinya menuturkan permohonan maaf kepada driver ojek online selaku korban tindak kebengisannya.

Baca Juga: UMKM Teh Bogor Tembus Pasar Dunia Berkat Dukungan BRI

Tidak sekadar minta maaf, pelaku juga mengaku siap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya Takbirdha Wardiana memohon dengan tulus untuk meminta maaf kepada korban dan driver ojol terutama driver ojol Shopee,” jelasnya dikutip dari portal Pojoksatu.id.

“Atas kejadian Kamis, 3 Juli 2025 pukul 21.30. Dengan hal itu saya sangat menyesal dan saya siap menerima konsekuensinya,” lanjutnya. ***