POJOKSATU.ID – Inilah sosok Septian Eka Rahmadi (21) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Seperti diketahui, nama Septian Eka Rahmadi belakangan ini tengah ramai menyita perhatian publik.

Tidak lain, hal ini terjadi lantaran mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UGM tersebut baru saja meninggal dunia.

Baca Juga: SEGS dan BPBD Komitmen Tingkatkan Kesiapsiagaan warga Hadapi Potensi Bencana

Yang mana, Septian Eka Rahmadi berakhir tewas usai tenggelam di laut kawasan Maluku Tenggara saat mengikuti program KKN.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @sigitbagasp pada Rabu (7/2/2025).

Dalam unggahannya, publik tengah ramai menuturkan belasungkawa atas kepergian Septian dan rekannya.

Baca Juga: Profil Septian Eka Rahmadi, Mahasiswa UGM yang Tewas Tenggelam di Laut Maluku saat KKN

Seperti diketahui, rekan Septian yang bernama Bagus Adi Prayogo (21) juga menjadi korban dalam insiden serupa.

“Innalillahi, semoga khusnul khotimah. Berpulang ketika mencari ilmu semoga masuk kedalam jajaran syahid,” cuit @VelvetShinone.

“Innalilhi wa innailaihi roji'un, Turut berduka cita, semoga Amal ibadah Almarhum Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo diterima Allah,” ketik @putra_69672.

Baca Juga: UGM Soal Dua Mahasiswa Tewas Tenggelam di Laut Maluku saat KKN: Kami Sangat Kehilangan

“Berenang mu terlalu dlm hingga laut memeluk kalian sangat erat. Rest in peace Mas Eka & Mas Bagus,” cuitan akun @ZNEXIIV.

Lebih lanjut, insiden ini bermula ketika mahasiswa UGM berjumlah 7 orang tengah melakukan kegiatan bersama 5 warga setempat pada Senin (1/7/2025).

Yang mana, kegiatan itu berupa Revitalisasi Terumbu Karang di kawasan tempat para mahasiswa UGM menjalani program KKN.

Baca Juga: Kronologi Kasus Dua Mahasiswa KKN UGM Meninggal Dunia di Laut Maluku, Diduga Gegara Cuaca Buruk

Dalam prosesnya, mereka membutuhkan sebuah pasir untuk menjalankan pembangunan Artificial Patch Reef (APR).

Diketahui, untuk mengambil sebuah pasir itu para mahasiswa UGM harus melintasi sebuah lautan di perairan Debut.

Namun, hal mengenaskan justru terjadi ketika mereka hendak pulang menggunakan perahu yang ditumpangi.

Baca Juga: BRI Borong 15 Penghargaan di FinanceAsia 2025, Bukti Ketangguhan dan Kekuatan di Panggung Internasional

Berdasarkan informasi dihimpun, perahu yang ditumpangi mereka mendadak terbalik di tengah-tengah perairan sekitar 14.07 WIT.

Diduga, insiden itu terjadi lantaran adanya gelombang tinggi dari perairan serta ditambah dengan cuaca yang cukup ekstrem.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Muhammad Arafah, Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Ambon.

Baca Juga: Aboe Bakar: Penanganan TPPO oleh Polri Patut Diapresiasi

“Cuaca saat itu sangat tidak bersahabat. Ketinggian ombak mencapai lebih dari dua meter,” jelas Arafah. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android

Versid iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov