POJOKSATU.ID -  Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus SL (20) mahasiswi asal Way Kanan, Bandar Lampung.

Seperti diketahui, SL baru saja ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kos usai lakukan tindakan tercela.

Yang mana, dirinya berakhir tragis usai alami pendarahan tidak lama setelah lakukan aborsi ilegal.

Baca Juga: Kronologi Kasus Mahasiswi Asal Bandar Lampung Ditemukan Tewas di Kamar Kos Usai Aborsi

Berdasarkan informasi dihimpun, janin bayi milik korban tersebut dibuang sang pacar B (21) ke Tegineneng, Lampung Selatan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Junaini pada Jumat (20/6/2025).

Dalam unggahannya, Kapolsek Kedaton, AKP Budi Harto turut menanggapi perkembangan kasus tersebut.

Baca Juga: Sosok Tholchah Kais, Kepsek MAN 1 Tegal Ramai Disorot Gegara Siswi Dikeluarkan Usai Ikut Lomba Renang

Budi menuturkan bahwa pihaknya berhasil temukan janin milik korban di kawasan Jembatan Tegineneng.

Hal ini diketahui Budi atas dasar pengakuan kekasih korban selaku pelaku pembuangan janin milik pacarnya.

“Untuk bayi yang dilahirkan, itu berdasarkan pengakuan dari teman prianya, itu dibuang ke arah Tegineneng, di jembatan Tegineneng,” jelasnya.

Baca Juga: Terungkap, Wamen BUMN Usir Ajudan Direksi BUMN, Tak Suka Istri-istri Direksi Ngatur-ngatur Kantor

“Pengakuan dari teman pria yang merupakan pacarnya, kondisi bayi masih dalam keadaan hidup, karena pada saat dibawa yang bersangkutan merasakan denyut jantungnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Puwardi (50) selaku pemilik kos menuturkan bahwa kejadian bermula saat dirinya mendapat telepon dari salah rekan korban pada Kamis (19/6/2025).

Yang mana, salah satu penghuni kos itu melaporkan bahwa dirinya telah menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa.

Baca Juga: LINK dan Jadwal Lengkap Daftar Calon Guru Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Tambahan, Ada NAMAMU?

“Sekitar pukul satu dini hari, saya ditelepon salah satu anak kos yang menangis. Dia bilang ada kejadian di lantai dua,” jelasnya dikutip dari portal Pojoksatu.id.

Diketahui, sebelum melaporkan kejadian para Puwardi, beberapa rekan korban sempat membawanya ke rumah sakit terdekat.

Namun, hal tersebut tidak berhasil menyelamatkan SL lantaran pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. ***