POJOKSATU.id, JAKARTA—Wamen BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria pernah mengusir ajudan-ajudan direksi BUMN belum lama ini di Plaza Mandiri Jakarta.

Wamen BUMN ini juga tak suka istri-istri direksi BUMN mengatur-ngatur urusan kantor seperti terjadi selama ini. Bahkan istri direksi yang ngatur acara, gorden, penyanyi dan lain-lain.

Dony meminta direksi BUMN agar istrinya tidak terlibat dalam urusan kantor. BUMN bukanlah warisan orang tua, tapi milik negara atau rakyat Indonesia.

Dony dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (IKA Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Hutan Kota Plataran GBK, Jakarta Selatan, mengatakan, protokol terlalu banyak, tidak diperlukan oleh direksi BUMN.

Baca Juga: The Last Emperor?

Ia mengatakan bahwa kondisi ini tidak pernah ia temukan kepada para pejabat negara ataupun orang yang mempunyai jabatan tinggi di luar negeri.

"Saya ketemu juga banyak CEO-CEO di dunia tidak ada punya protokol 10, ya ajudannya 8 gitu. Saya bilang kita apalagi pegawai negara. Ini kan pekerjaan aja," katanya seperti dilansir detikcom, Jumat (20/6)

Bahkan ada di satu momen, Dony pernah mengusir ajudan direksi BUMN yang memenuhi kantor Danantara di Plaza Mandiri saat salah satu direksi BUMN berkunjung.

"Sempat saya pernah mengusir para ajudan itu di lantai. Waktu saya masih di Plaza Mandiri,” katanya.

Baca Juga: Orang Tua Siswi MAN 1 Tegal Murka Usai Putrinya Dikeluarkan Gegara Ikut Lomba Renang: Anak Saya Bukan Kriminal

“Saya bilang, ini kenapa orang ramai sekali di lantai. Saya usir, saya nggak mau lagi lihat ada orang, memangnya mau diculik, siapa yang mau culik mereka juga ya kan?" katanya lagi.

Dony juga berpesan kepada direksi BUMN agar istrinya tidak terlibat urusan kantor karena BUMN bukanlah warisan orang tua.

"Saya nggak mau itu istri nentuin gorden, istri nentuin penyanyi, istri nentuin acara gitu. Ini kan kantor, bukan warisan orang tua gitu," katanya.

Pihaknya tengah mendorong reformasi birokrasi di direksi BUMN.

"Saya tidak suka orang punya protokol banyak-banyak itu. Bahkan istri juga ada protokolnya. Saya minta ini jangan dilakukan," katanya.

Namun, ia mengklaim bahwa kini para direksi BUMN sudah mulai menunjukkan perubahan dengan tidak lagi membawa ajudan terlalu banyak.

"Sekarang saya sudah happy tuh kalau datang ke Danantara yang tadinya Dirut ajudanya 15, sekarang dia datang sendiri. Saya bilang, wah bagus ini datangnya sudah sendiri," katanya.***