POJOKOSATU.ID – Inilah sosok Aloysius Lede Bora (45) Aparatur Sipil Negara (ASN) Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui, belum lama ini nama Aloysius Lede Bora tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Tidak lain, hal ini terjadi usai ASN Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini telah jadi korban penganiayaan.

Baca Juga: Motif Operator SD Tikam ASN Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya Ternyata Gegara Pencairan Dana BOS Dipersulit

Yang mana, Aloysius Lede Bora nyaris tewas usai ditikam operator SD Katolik Ilhaloko, Emanuel Karsianto Sukardana (25).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Adhi Jonex Watti pada Selasa (17/6/2025).

Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti kasus Aloysius yang berakhir di rumah sakit usai ditikam.

Baca Juga: Trump Mulai Terlibat Perang Israel vs Iran, Serukan Warga Teheran Evakuasi, Tinggalkan Acara G7

“Jadi pelajaran buat yang tukang makan gaji honorer tidak dibayar bulanan bahkan tahunan,” ketik @CatryneMonajes.

“Dengan adanya begini baru bnyak yang posting status seolah pelaku paling slah, pdahal pelaku itu adalah korban juga,” cuit @FlorenBani.

“Pengamanan di kantor kepemerintahan harus lebih extra keras. Setiap tamu yang keluar masuk harus diperiksa,” ketikan @YosefNaleLanga.

Baca Juga: Kronologi Kasus Aloysius Lede Bora, ASN Dinas Pendidkan Ditikam Operator SD di Sumba Barat Daya

Diketahui, insiden mengenaskan ini terjadi saat pelaku berada di lingkungan Disdikpora pada Senin (16/6/2025).

Yang mana, Emanuel berada di lingkungan tersebut tidak lain untuk mengurus pencairan dana BOS SD Katolik Ilhaloko.

Namun, dirinya tidak kunjung mendapat kepastian terkait proses administrasi yang dijalankan oleh pihak Disdikpora Sumba Barat Daya.

Baca Juga: Serangan Dompet

Padahal, operator SD Katolik Ilhaloko itu sudah mengajukan pencairan sejak berbulan-bulan lamanya, yakni pada (3/2026).

Oleh karena itu, Emanuel yang sudah terlanjur kesal dengan sikap Aloysius selaku Kasie Kurikulum Bidang SD sontak melancarkan serangan.

Yang mana, dirinya nekat menikam pejabat ASN Disdikpora Sumba Barat Daya itu menggunakan senjata tajam (sajam) sekitar pukul 13.00 Wita. ***