POJOKSATU.id, JAKARTA—Presiden AS mulai terlibat perang Israel vs Iran yang berlangsung sejak Jumat (13/6/2025) lalu. Terbaru Donald Trump menyerukan warga Iran evakuasi dari kotanya sendiri.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui postingan di Truth Social, menyerukan agar warga Teheran melakukan evakuasi segera dari kotanya.

Trump membuat postingan tersebut saat berada di Kanada untuk menghadiri pertemuan puncak G7.

"Iran Tidak Dapat Memiliki Senjata Nuklir. Saya mengatakannya berulang kali! Semua orang harus segera mengevakuasi diri dari Teheran!" tulisnya dalam sebuah postingan di Truth Social.

Baca Juga: Kronologi Kasus Aloysius Lede Bora, ASN Dinas Pendidkan Ditikam Operator SD di Sumba Barat Daya

Trump Tinggalkan Acara G7

Donald Trump meninggalkan pertemuan puncak konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 sehari lebih awal. Hal ini imbas perang Israel vs Iran.

"Karena apa yang terjadi di Timur Tengah, Presiden Trump akan meninggalkan tempat itu malam ini setelah makan malam dengan para Kepala Negara," tulis Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt di X dilansir AFP, Selasa (17/6/2025).

Sebelumnya, Donald Trump sendiri tidak berniat untuk menandatangani pernyataan bersama yang menyerukan de-eskalasi antara Israel dan Iran yang telah disusun oleh para pemimpin G7 di Kanada.

Baca Juga: Serangan Dompet

Keputusan ini menimbulkan perpecahan dengan rekan-rekannya saat KTT berlangsung di Canadian Rockies.

Rancangan pernyataan yang dipelopori oleh para pejabat Eropa di KTT tersebut mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dan bahwa Iran tidak dapat memperoleh senjata nuklir.

"Di bawah kepemimpinan yang kuat dari Presiden Trump, Amerika Serikat kembali memimpin upaya untuk memulihkan perdamaian di seluruh dunia. Presiden Trump akan terus berupaya untuk memastikan Iran tidak dapat memperoleh senjata nuklir," demikian pernyataan resmi Gedung Putih.

Baca Juga: Dampak Perang Iran - Israel

Stasiun Televisi Dibom

Dalam laporan Guardian, Israel menyerang target sipil yaitu siaran langsung televisi. Serangan terjadi saat sedang ada program siaran langsung dari studio, dengan presenter berita membacakan pemberitaan terbaru.

Tiba-tiba, suara ledakan terdengar, dan presenter bergegas meninggalkan kamera saat debu dan puing-puing muncul di studio. Liputan langsung dilanjutkan tak lama setelah itu.

Atas serangan ini, Iran mengutuk serangan Israel terhadap gedung televisi negara di Teheran sebagai kejahatan perang.

"Serangan terhadap kantor IRIB selama siaran langsung adalah tindakan jahat dan kejahatan perang. PBB (Dewan Keamanan) harus bertindak sekarang untuk menghentikan agresor genosida melakukan kekejaman lebih lanjut terhadap rakyat kita," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.***