POJOKSATU.ID – Belum lama ini nama Wendy Ayu tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.
Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai tiktoker tersebut viral diduga palsukan pendidikan hingga profesi.
Seperti diketahui, Wendy Ayu yang dikenal sebagai konten kreator ini kerap kali nge-branding dirinya sebagai UI/UX designer.
Alih-alih demikian, dirinya yang dikenal sebagai perancang produk digital ini ternyata tidak lulus kuliah jurusan tata rias.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform TikTok milik Wendy pada Jumat (13/6/2025).
Dalam unggahannya, dirinya tampak jelas menuturkan permohonan maaf atas kegaduhan yang telah terjadi.
Baca Juga: Tata Cara Pengunduran Diri Pelamar CPNS dan PPPK Formasi 2024 Sesuai Ketentuan BKN
Ditambah, Wendy juga memberikan klarifikasi terkait dugaan pemalsuan pendidikan hingga profesi yang diembannya.
Yang mana, dirinya mengaku bahwa profesi UI/UX designer tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan ilmu pendidikannya.
Seperti diketahui, konten kreator wanita ini sempat jadi mahasiswi di jurusan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Aku sadar pernah taruh jurusan Ilmu Komunikasi, dan itu murni karena kebodohan aku sendiri, bukan karena ada niat buat memalsukan,” jelasnya.
Baca Juga: Sosok Pangeran Mangkubumi, Sekjen Relawan Gibranku Ramai Disorot Usai Dikritik Pedas Rocky Gerung
“Faktanya, aku sebelumnya kuliah sebagai mahasiswa Tata Rias yang putus studi,” lanjut Wendy di-caption.
Namun, tiktoker ini membantah beberapa tudingan terkait pernyataan bahwa dirinya tidak professional dalam bidang UI/UX.
Sebab, Wendy mengaku bahwa ilmu perancang software tersebut berhasil didapatkannya melalui pembelajaran alternatif secara ototidak.
Baca Juga: Profil Pangeran Mangkubumi, Sekjen Gibranku Disemprot Rocky Gerung soal Pemakzulan
“Portofolio UI/UX Design yang aku buat itu hasil desain sendiri sejak 2022, waktu aku baru mulai belajar,” jelasnya.
“Yang terinspirasi dari banyak designer yang ada di Behance, Dribbble, dan Figma Community, dan beberapa aset dari sumber publik yang memang bisa dipakai siapa saja,” lanjutnya. ***



