POJOKSATU.ID – Inilah sosok Pangeran Mangkubumi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Gibranku.
Seperti diketahui, belum lama ini publik tengah ramai memperbincangkan Pangeran Mangkubumi di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Sekjen Gibranku itu dikritik pedas oleh pengamat politik, Rocky Gerung.
Baca Juga: Profil Pangeran Mangkubumi, Sekjen Gibranku Disemprot Rocky Gerung soal Pemakzulan
Yang mana, kritikan itu disampaikan Rocky Gerung tidak lain terkait konteks pembahasan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Opposisi6890 pada Jumat (13/6/2025).
Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti kasus tersebut yang menyudutkan Pangeran dalam forum diskusi tersebut.
Baca Juga: BKN Beri Sanksi 2 Tahun Tak Boleh Mendaftar bagi Pelamar CPNS dan PPPK yang Sengaja Mundur
Seperti diketahui, forum diskusi ini difasilitasi oleh salah satu program televisi dengan yang dihadiri oleh beberapa politisi.
“Ini bukannya yang diceramahi Pak Rocky? Pangngeran ? Kok kelasnya sama dgn fufufafa,” cuit @spednd.
“Ngaku namanya Pangeran Mangkubumi, padahal tidak ada sangkut pautnya dengan keraton mataram (Jogja dan Solo),” ketik @DadangAbdulla13.
Baca Juga: Cekcok Berujung Nyawa Melayang, Pasutri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Karawang
“Relawan-relawan macam Projo joman bolone mase Gibranku, itu murni dari relawan apa dpt bayaran sih,” cuit akun @bayu_mika.
Perlu diketahui, Pangeran berakhir dikritik pedas oleh pengamat politik tersebut usai menuturkan salah satu frasa.
Yang mana, frasa tersebut ternyata jadi boomerang lantaran digunakan Rocky untuk menyerang balik dalam basis argumentasi.
Baca Juga: 30 Detik Menuju Maut, Cerita Penumpang Selamat Kecelakaan Pesawat di India
Diketahui, serangan balik yang disampaikan Rocky melalui komunikasi verbal itu dinilai sangat memojokkan Sekjen Gibranku dalam forum diskusi.
“Kan dikepalamu (Pangeran) tadi ada banyak hal yang anda anggap tidak penting itu, karena yang penting titipkan bangsa ini pada anak muda,” jelas Rocky.
“Anak muda itu berkumpul di PSI (Partai Solidaritas Indonesia) isinya orang tua, dan yang akan jadi ketua orang tua, coba bersihkan cara berpikirnya,” lanjutnya. ***



