POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus oknum guru SMPN 1 Karangawen, Demak, Jawa Tengah ramai disorot publik.

Tidak lain, hal ini terjadi usai Dumadi selaku oknum guru tersebut viral usai menganiaya seorang siswa berinisial G.

Yang mana, dirinya tampak jelas tendang kepala siswa dari atas meja saat berada di ruangan kelas.

Baca Juga: Pasangan Suami Istri Ditemukan Bersimbah Darah di Karawang, Istri Tewas di Tempat

Usut punya usut, Dumadi yang dinilai arogan oleh publik ini sontak menuturkan permohonan maaf kepada keluarga korban.

Sebagaimana dikutip Pojokosatu.id dari akun media sosial platform X milik @B3doel__ pada Kamis (12/6/2025).

Dalam unggahannya, oknum guru SMPN 1 Karangawen tersebut tampak bersalaman dengan orang tua korban.

Baca Juga: Gubernur Jabar Soroti Tantangan Inflasi di Sektor Pertanian, Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Petani

Bukan hanya sekadar itu, dirinya juga berjanji tidak akan mengulangi hal serupa dengan menganiaya para siswa.

“Oknum guru SMPN 1 karangawen, Kabupaten Demak yang tendang murid gara-gara siulan, kasus berakhir damai,” jelas di-caption.

Perlu diketahui, insiden ini bermula ketika korban dan teman-temannya tengah menjalani tes berupa ulangan.

Baca Juga: Poldasu Sebut Belum Ada Tersangka Usai 4 Penambang Emas Ilegal Kotanopan Ditangkap Akhir Mei Lalu

Di mana, tes ulangan itu diberikan oleh Dumadi selaku oknum guru SMPN 1 Karangawen yang mengampu mata pelajaran IPA.

Namun, hal mengenaskan tiba-tiba terjadi usai oknum guru mendengar sebuah siulan dari salah satu murid.

Bukan main, mendengar siulan tersebut, Dumadi sontak menuduh hingga melancarkan serangan kepada G selaku korban.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Keselamatan Perkeretaapian Melalui Sosialisasi di Sekolah

Padahal, korban disinyalir tidak terbukti melakukan siulan tersebut saat tengah mengikuti tes ulangan.

Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh pihak kepolisian melalui Kapolsek Karangawen AKP Mujiono.

Mujiono menuturkan bahwa pelaku sudah diinterogasi guna merampungkan proses penyelidikan.

Baca Juga: Seru Juga Edukatif! PCX School Day Out Gaet Pelajar Bandung Lewat Lomba Kreatif dan Safety Riding

“Kita sudah minta keterangan dan pengakuan tersangka. Pelaku betul melakukan tindakan kepada siswanya, dan siap bertanggung jawab sesuai hukum,” jelasnya.

Namun, terkait perkembangannya dilanjutkan atau tidak, pihak kepolisian menyerahkan keputusan kepada pelapor kejadian.

Sebab, kedua belah pihak diketahui sudah sepakat untuk menjalin perdamaian atas peristiwa yang terjadi. ***