POJOKSATU.id, KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mendapat kritikan tajam usai pernyataannya akui adanya Israel jika negara penjajah itu mengakui kemerdekaan Palestina.
Prof Sudarnoto Abdul Hakim pun akhirnya memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Dia menegaskan MUI tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan seperti yang dilakukan Israel.
Dilansir dari lama resmi MUIDigital, Minggu, 1 Juni 2025, Prof Sudarnoto menyebut pernyataannya itu adalah merespons sikap Presiden RI Prabowo Subianto di hadapan Presiden Prancis Emanuel Macron tentang kemungkinan pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel dengan syarat Palestina memperoleh kemerdekaannya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kemensos Punya Anggaran Rp10 Triliun, Kata Gus Ipul Biaya per Anak Rp48 Juta
"Saya, sebagai Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, menyampaikan pandangan karena diminta oleh wartawan. Statement saya kemudiaan muncul di sejumlah media dengan judul yang berbeda dan penekanan konten yang juga berbeda," ujarnya.
Prof Sudarnoto menyadari bahwa pernyataannya itu menimbulkan reaksi keras dan negatif karena dinilai mendukung pemerintah membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
"Mempertimbangkan soliditas dan pentingnya penguatan kebersamaan di semua elemen pembela Palestina, saya sampaikan penjelasan terhadap statement saya beberapa hari yang lalu. Saya merasakan potongan statement dan tidak utuh di beberapa media telah membuat kesalahpahaman terhadap inti statement saya yang sesungguhnya," ungkapnya.
Prof Sudarnoto menyampaikan jika dia mengulangi statementnya yang lalu dengan kalimat yang berbeda, maka sebetulnya spirit yang ingin dia sampaikan, antara lain sebagai berikut:
1. Normalisasi hububgan diplomatik Indonesia-Israel sudah lama saya tolak hingga sekarang. Saya Tak pernah berubah. Bisa dicek di media soal statemen saya tentang normalisasi ini
2. Hemat saya, sebaiknya Presiden tak bicara soal normalisasi hubungan diplomatik Indonesia-Israel. Ini isu yang sangat sensitif. Yang seharusnya diangkat atau dijadikan perhatian saat ini ialah tarik mundur semua tentara IDF dari seluruh wilayah Palestina, hentikan genosida dan penghancuran yg dilakukan Israel, kembalikan tanah palestina yang sudah direbut dan diduduki Israel, hukum Israel berdasar kpd ICJ, tangkap Netanyahu sesuai amar ICC, merdekakan Palestina secara penuh. Pembicaraan tentang normalisasi hubungan diplomatik Indonesia-Israel ini sangat sensitif dan meninggalkan kesimpang siuran
3. Indonesia bersama negara negara lain perlu mainkan peran lebih strategis untuk poin 2
4. MUI tetap mendukung pemerintah untuk perjuangkan kemerdekaan Palestina dan enyahkan penjajahan Israel. Ini amanat pembukasn UUD dan sesuai dengan hasil ijtima' ulama fatwa MUI
5. Namun demikian, saya sampaikan permintaan maaf jika statement saya yang tidak utuh menimbulkan salah pengertian atau kesimpangsiuran
6. Terima kasih atas semua perhatiannya, mari kita terus perjuangkan gaza, Palestina. ini adalah tugas mulia.
Sebelumnya, Prodarnoto menyampaikan, "Jika Israel tidak lagi menjajah, semua pasukan mundur dari Gaza, semua tanah yang telah direbut secara paksa oleh Israel dikembalikan, semua tawanan Palestina dilepas, maka tidak ada lagi alasan Indonesia untuk membenci Israel," ujar Sudarnoto, Kamis, 29 Mei 2025.
Namun, dalam pernyataan itu dia sejatinya menekankan bahwa apa yang dilakukan Israel murni bentuk penjajahan terhadap Palestina.
Dia menekankan MUI tetap memberikan catatan yaitu, jika Presiden Prabowo hendak membangun hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia harus tetap berdiri menegakkan hukum internasional agar Israel dihukum atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Palestina.
"Israel harus dihukum sesuai dengan hukum internasional dan menangkap paksa Netanyahu karena telah melakukan kejahatan yang sangat mengerikan sebagaimana yang telah diperintahkan ICC (International Criminal Court)," tegasnya.
Baca Juga: Kronologi Kasus Pratama Wijaya Kusuma, Mahasiswa UNILA Tewas Diduga Disiksa Senior saat Ikut Diksar
Banyak pihak yang mengkritisi pernyataan Prof Sudarnoto, salah satunya Ustaz Felix Siuaw. "Ini sebenarnya @muipusat ngerti nggak sih masalah sebenarnya di Palestina itu apa? Atau Israel ini makhluk apa? Atau jangan-jangan belum sepenuhnya paham?," tulisnya di Instagram-nya.
"Siap sih kita diundang kalau MUI mau dilengkapi data dan faktanya, juga sejarahnya Mohon klarifikasinya, jangan sampai terkesan kita ini ummat pembenci, atau ummat yang enggak paham apa-apa," tegas Ustaz Felix. ***



