POJOKSATU.id, SLEMAN—Polresta Sleman Polda DIY mengungkap fakta mengejutkan dimana di dalam mobil BMW putih Cristiano Tarigan (21) banyak ditemukan pelat mobil palsu.

Polisi masih menyelidiki kegunaan pelat palsu ini. Namun saat terjadi kecelakaan yang menewaskan mahasiswa FH UGM Argo Ericko, Cristiano Pengarapenta menggunakan pelat Bogor atau F 1206.

Pelat asli kendaraan yang dipakai anak Setia Budi Tarigan ini diduga B 1442 NAC atau pelat Jakarta.

Baca Juga: Mengerikan, Christiano Tarigan Tak Berupaya Mengerem Mobilnya Saat Tabrak Argo Ericko

"Ya, memang kita temukan di dalam mobil ada beberapa pelat. Kalau kapan menggunakannya kita tidak tahu. Ya, yang jelas pada saat kejadian dia menggunakan pelat F, kemudian diganti pelat B," ujar Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo saat rilis kasus di Mapolresta Sleman, Rabu (28/5/2025).

Usai kecelakaan, Kombes Edy mengatakan pelat nomor diganti dari F 1206 menjadi B 1442 NAC. Dimana proses penggantian pelat kendaraan itu dilakukan di area Polsek Ngaglik atau lokasi barang bukti diparkir.

Polisi juga menemukan lebih dari satu pelat nomor di dalam mobil BMW Christiano Tarigan.

Edy juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti untuk apa pelat-pelat nomor yang ditemukan di dalam mobil tersangka.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pidana Percaloan Ketenagakerjaan Di PT.Metro Semakin Terang 'Ada Setoran 500 Ribu', Tinggal Menunggu Keberanian Aparat Kepolisian

Yang pasti, ada lebih dari satu pelat nomor yang ditemukan di dalam BMW tersebut.

"Ada beberapa pelat ya di situ. Saya tidak tahu itu pelat untuk apa, saya tidak tahu. Tapi ada beberapa pelat di kendaraan itu," tutur Edy.

Edy mengungkap, ada orang yang mengganti pelat nomor mobil BMW putih itu tanpa sepengetahuan petugas saat diamankan di Polsek Ngaglik.

Pelaku mengganti pelat nomor tersebut dari F 1206 menjadi pelat nomor B 1442 NAC.

"Kita ambil CCTV-nya, itu dia mengganti di dalam, karena itu mobilnya parkir di belakang Polsek, mereka berkumpul di situ tiba-tiba mengganti tanpa pengetahuan dan izin dari kita. Ada CCTV-nya sudah ada semua," jelas Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo.***