POJOKSATU.id, LOMBOK—Pernikahan antara siswa kelas 1 SMP bernama Yulia dengan siswa kelas 1 SMK bernama Rendi di Lombok NTB menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Usia kedua pengantin ini masih belia yaitu Yulia 15 tahun, sementara Rendi berusia 16 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Sukaraja, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fakta-fakta pernikahan keduanya cukup mengejutkan karena sejatinya pernikahan ini sudah dilarang oleh pemerintah desa atau kades setempat. Namun tetap juga dilaksanakan.

Baca Juga: Viral Pernikahan 2 Siswa di Lombok NTB, Pengantin Wanita Kelas 1 SMP dengan Lelaki Kelas 1 SMK

Berikut lima fakta pernikahan siswa SMP dengan siswa SMK yang terjadi di Lombok Tengah NTB tersebut.

1.Pernikahan Meriah

Pernikahan tradisi suku Sasak dengan iring-iringan pengantin alias Nyongkolan diiringi Gendang Beleq dan musik Kecimol dari desa asal pengantin ke di Lombok Tengah.

Tak hanya itu, prosesi ini juga menyertakan patung kuda Sasak atau jaran kampus untuk ditunggangi kedua pengantin. Pernikahan keduanya cukup meriah.

2.Aksi Joget dan Teriak-teriak

Dalam video viral yang beredar, aksi pengantin wanita yang joget-joget di jalan dan marah-marah atau memanggil ibunya dari atas pelaminan cukup menarik perhatian publik.

Baca Juga: You Tuber Frans Donald Terancam Penjara 6 Tahun, Dulu Pernah Juga di Penjara Hina Nabi Muhammad

Pengantin wanita seperti kekanak-kanakan, sementara pengantin lelaki bersikap kalem selama prosesi pernikahan.

3.Sempat Dilarang Kades

Kades Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja mengaku dirinya sudah melakukan upaya maksimal untuk mencegah agar pernikahan usia anak ini tidak terjadi di kampungnya.

"Alasan orang tua mempelai wanita karena memang anaknya sudah dua hari dua malam dibawa itu," jelas Kades Sukaraja dilansir Tribunlombok.

Dia pun memahami pihak orang tua yang memiliki pertimbangan menikahkan anak mereka untuk menghindari fitnah.

4.Dibawa Kabur ke Sumbawa

Pengantin lelaki Rendi sempat membawa Yulia kabur ke Pulau Sumbawa. Mereka menghilang selama dua hari dua malam tanpa diketahui keluarga.

5.Dilarang Pakai Nyongkolan

Kades Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja, memberikan peringatan kepada mempelai laki-laki maupun perempuan agar jangan sampai menggunakan alat kesenian Sasak saat menggelar Nyongkolan.

"Tapi orang tuanya juga yang ngotot. Dari laki-laki maupun perempuan. Dua-duanya. Harus pakai Gendang Beleq kata dari besan mempelai perempuan," jelas Lalu Januarsa.***