POJOKSATU.id, LOMBOK—Video pernikahan viral di lnstagram yang memperlihatkan kedua pengantin masih usia belia atau siswa sekolah. Kedua pengantin bernama Rendi dan Yulia.
Rendi berusia 16 tahun masih duduk di kelas 1 SMK, sementara Yulia masih berusia 15 tahun duduk di kelas 1 SMP.
Pernikahan siswa ini disebut terjadi di Desa Sukaraja, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Video pernikahan keduanya diposting oleh akun Instagram @bandung.banget, Sabtu (24/5/2025).
Baca Juga: You Tuber Frans Donald Terancam Penjara 6 Tahun, Dulu Pernah Juga di Penjara Hina Nabi Muhammad
Dalam video itu terlihat kedua pengantin memakai baju adat Lombok dan berada di atas pelaminan.
Nama kedua pasangan ini diketahui adalah Rendi dan Yulia seperti yang tertera di belakang bangku pelaminan.
Tingkah pengantin wanita seperti kecentilan dengan berdiri di pelaminan sambil memanggil-manggil ibunya dengan suara keras.
“Mak, mak, mak,” teriaknya sambil melambaikan tangan ke arah kerumunan.
Sementara pengantin lelaki bernama Rendi terlihat kalem saja dan melihat saja tingkah pasangannya.
Baca Juga: Perbandingan Gaji Berdasarkan Aturan Terbaru, Lulusan SMA: PPPK Lebih Tinggi dari PNS, Benarkah?
Pengantin wanita juga terlihat berjoget-joget di jalan saat diarak berduaan oleh warga di sana.
Kepala Desa Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja, membenarkan pernikahan ini terjadi di desanya. Ia mengatakan, sebenarnya pernikahan ini sempat dicegah.
Tiga minggu sebelum acara pernikahan saat ini, pasangan ini sudah berencana menikah.
Saat itu, pemerintah desa berhasil memisahkan mereka agar tidak jadi menikah.
Namun Rendi malah membawa Yulia kabur ke Pulau Sumbawa. Mereka menghilang selama dua hari dua malam tanpa diketahui keluarga.
Setelah mereka pulang, pihak keluarga mencoba memisahkan lagi. Tapi orang tua Yulia menolak menerima anaknya kembali. Mereka merasa malu dan kecewa karena anaknya sudah dibawa kabur.
Akhirnya, kedua keluarga sepakat menikahkan mereka. Pemerintah desa pun tak bisa berbuat banyak karena sudah dua kali mencoba mencegah.
"Alasan orang tua mempelai wanita karena memang anaknya sudah dua hari dua malam dibawa itu," jelas Kades Sukaraja dilansir Tribunlombok.***




