POJOKSATU.id, JAKARTA— Jokowi memerlukan perahu yang lebih besar, lebih ajek (pasti) untuk berlayar di perpolitikan Indonesia dengan masuk ke Partai Golkar.

Joko Widodo dinilai lebih cocok bergabung dengan Partai Golkar ketimbang Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

PSI yang kini diketuai anak Jokowi, Kaesang Pangarep, terlalu kecil bagi seorang mantan Presiden RI yang menjabat selama 10 tahun.

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio mengatakan, Jokowi membutuhkan partai yang lebih besar dan matang untuk menjamin kelancaran langkah politiknya ke depan.

Baca Juga: Pengamat Analisa Jokowi Mau Gabung PSI Demi Selamatkan Nama Baiknya Pasca Lengser Presiden

“Jokowi memerlukan perahu yang lebih besar, lebih ajek untuk berlayar di perpolitikan Indonesia. Golkar mungkin menjadi perahu yang tepat buat Pak Jokowi,” ujar Hensat sapaan akrab Hendri Satrio kepada wartawan, Sabtu 17 Mei 2025.

Hensat pun menyoroti dinamika internal PSI, yang kini menerapkan sistem pemilihan ketua umum dengan prinsip “one man, one vote” dan membuka peluang bagi seluruh anggota untuk mencalonkan diri.

Namun demikian, dia skeptis Jokowi akan memanfaatkan peluang ini.

“Walaupun peluangnya besar, saya kira Pak Jokowi tidak akan ambil kesempatan jadi Ketua Umum PSI,” katanya.

Baca Juga: Kadin Pusat Nonaktifkan Pengurus Kadin Kota Cilegon Usai Jadi Tersangka Pemerasan Rp 5 Triliun

Menurut Hensat, PSI, yang dikenal sebagai partai anak muda, tampaknya mulai mengikuti pola partai politik yang lebih mapan.

Ia mencontohkan cepatnya pergantian kepemimpinan di PSI, seperti dari Giring Ganesha, Grace Natalie, kembali ke Giring, hingga kini Kaesang, yang baru dua hari menjadi anggota langsung diangkat sebagai Ketua Umum.

“Menariknya, sebagai partai yang citranya partai anak muda, PSI justru mulai mengikuti alur partai yang sudah lebih dulu ada,” kata Founder Lembaga Survei Kedai KOPI ini.

Sebelumnya, Jokowi memberikan sinyal bakal maju sebagai kandidat Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap Sindikat Narkoba Senilai Rp100 M, Dari Sumsel ke Banten, 4 Orang Diamankan

“Iya, masih dalam kalkulasi, jangan sampai kalau saya maju malah kalah," kata Jokowi di Solo, Rabu, 14 Mei 2025.

Golkar Beri Tanggapan

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mempersilakan Joko Widodo menjadi kader partainya. Menurut Bahlil, Golkar merupakan partai yang terbuka dan masyarakat boleh berkontribusi.

"Golkar ini partai terbuka. Golkar ini partai inklusif. Pemilik saham Partai Golkar ini adalah rakyat," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025).

"Siapa pun berhak untuk bisa masuk di Partai Golkar selama telah melewati syarat-syarat yang ada," lanjut Bahlil Lahadalia.***