POJOKSATU.id, JAKARTA-- Juru bicara DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usman Tokan mengungkapkan bursa Caketum PPP bermunculan dari kalangan internal hingga eksternal.
Untuk internal ada nama Mardiono, Romahurmuziy, Sandiaga Uno, Amir Uskara hingga Taj Yasin Maimoen.
Sementara dari kalangan eksternal partai muncul nama Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Andi Amran Sulaiman dan Agus Suparmanto.
Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diselenggarakan antara Agustus hingga September 2025, bursa calon ketua umum (Caketum) sudah mulai bermunculan.
Baca Juga: Roy Suryo yang Getol Mengobok-obok Jokowi Ternyata Alumni FISIP UGM, Satu Almamater Mereka
"Pak Suharso Monoarfa juga punya peluang yang sama kalau beliau bersedia maju kembali," kata Usman kepada wartawan, Rabu 14 Mei 2025.
Sementara itu, nama eksternal yang sudah mulai muncul ke permukaan antara lain Penasehat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Kemudian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Baca Juga: UGM Tak Gentar Siap Hadapi Semua Gugatan Ijazah Jokowi di Pengadilan, Sidang Pertama 22 Mei
"Nama nama eksternal ini ada yang terdengar samar samar tapi ada juga yang sudah melakukan konsolidasi serta muncul bertemu dengan beberapa kawan-kawan pimpinan wilayah atau DPW PPP dan ada juga sudah redup," ujarnya.
Usman menuturkan, pihaknya akan menyambut baik bila nama-nama eksternal ini benar akan maju jadi caketum PPP.
"Dan berharap apabila tidak terpilih tetap bergabung dan berjuang membesarkan PPP untuk merebut kembali kejayaan PPP di pemilu 2029 yang akan datang," tuturnya.
Baca Juga: Ikut Digugat ke PN Sleman, Kasmudjo yang Sepuh Serahkan Semuanya ke Fakultas Kehutanan UGM
Menurut Usman, semua pengurus PPP berkeinginan untuk segera mungkin melaksanakan Muktamar untuk memilih ketua umum baru. Menurutnya, PPP perlu waktu cukup konsolidasi menyeluruh agar lolos di Pemilu 2029.
"Dinamika yang terjadi belakangan ini membuktikan bahwa PPP masih seksi dan punya sejarah panjang selama Orde Baru maupun Reformasi, sehingga banyak peminat yang bermunculan baik internal maupun eksternal untuk berlomba menjadi orang nomor satu di PPP," jelas dia.
Usman pun mengaku bersyukur, meski tak punya kursi di DPR RI, masih banyak orang yang peduli pada PPP. Dia menginginkan agar ketum baru PPP melakukan kerja ekstra.
"Diharapkan Ketum baru adalah sosok yang bisa diterima baik di semua kalangan atau elemen masyarakat pemilih, memiliki modal sosial dan kapital serta kepemimpinan yang cukup mumpuni," tandasnya. ***




