POJOKSATU.id, ANGGOTA DPR RI Komisi X, Verrell Bramasta langsung merespon tantangan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, yang menilainya kontra dengan program siswa nakal dibina di barak militer.
Namun, Verrell Bramasta memilih menjawab tantangan adu mendidik siswa nakal dengan meluruskan video panjang yang dibuatnya yang dikomentari Om Zein.
Verrell Bramasta mengingatkan agar Om Zein atau siapapun, ketika melihat video harus secara utuh. Sama seperti video yang dibuatnya saat menyoroti soal siswa nakal dikirim ke barak militer program Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.
Dia menekankan tidak kontra, melainkan harus ada penyempurnaan agar siswa nakal hasil binaan di barak militer tidak berkarakter keras melainkan tangguh.
"Perihal isu yang ramai digoreng saat ini, saya hanya ingin meluruskan bahwa tidak ada sedikitpun, di dalam video saya, bahwa saya kontra terhadap sebuah kebijakan yang ada di dapil saya, saya anjurkan teman-teman semua kalau melihat video atau menerima pesan, dibaca secara keseluruhan," ujar Verrell dalam klarifikasinya dikutip Pojoksatu.id dari
di Instagram Story-nya, Sabtu, 10 Mei 2025.
Putra Venna Melinda ini mengatakan ketika dirinya membuat video soal program siswa nakal dibina di barak militer hanya ingin menyuarakan yang memiliki pandangan berbeda mengenai program yang ada di daerah pemilihannya.
Dia tidak ingin berkompetisi soal siapa yang lebih banyak bekerja untuk masyarakat, dirinya atau Om Zein. Melainkan, apa yang disampaikannya sebaiknya dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
"Ambil saja itu sebagai bahan pertimbangan, koreksi dan sempurnakan programnya. Saya kira saat ini kita tidak perlu berkompetisi di sini untuk siapa yang paling kerja, karena semua sudah ada porsinya masing-masing," jelasnya.
"Jadi kalau ada satu atau dua pihak yang merasa tersinggung, saya anggap mungkin mereka lagi banyak pikiran," sambungnya.
Dia akan mudah memberikan apresiasi jika siapapun mau mendengar dari sisi positif apa yang disampaikannya.
"Tapi jika saya rasa semua sudah dilengkapi oleh kepala daerah yang merasa tersinggung, good job, best of luck," sebutnya.
Pun, dia akan sangat senang jika diundang dan akan hadir secara langsung untuk melihat seperti apa program itu. "Jadi ditunggu undangannya," timpalnya.
Baca Juga: Update dari Ditjen GTK: Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah Per Mei 2025 Capai 85 Persen
Verrell juga mengingatkan bahwa dirinya sebagai anggota DPR tugasnya salah satunya mengawasi jalannya pemerintahan pusat juga daerah.
"Jadi juga berharap bagi teman-teman yang sudah menjabat dan jadi pejabat untuk tidak anti kritik terhadap siapapun, yang memang tugas kita mengawasi jalannya pemerintah. Karena saya rasa ini untuk kita semua, saya tidak menyindir satu dua pihak," tuturnya.
"Sebagai pelayanan masyarakat kita harus siap dikritik, kalau tidak mau dikritik, merasa selalu paling benar, tidak usah jadi pejabat," pungkas Verrell Bramasta. ***


.webp)
