POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus kematian jurnalis wanita, Juwita (23) kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, kasus kematian Juwita tengah dalam tindaklanjut pengadilan militer Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dalam sidang perdana tersebut, fakta baru kembali terkuak terkait aksi pembunuhan yang dilakukan oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan laut (TNI AL).

Baca Juga: Demokrasi Sehat hingga Usulan Reformasi Anggaran Jadi Sorotan KDM di Munas ADPSI 2025

Yang mana, pelaku bernama Jumran (23) ternyata sempat menjual sepeda motor pribadi demi biaya operasional pembunuhan sang kekasih.

Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Selasa (6/5/2/2025).

Dalam artikelnya, Kepala Oditurat Militer (Odmil) III-15 Banjarmasin Letkol CHK Sunandi turut mengonfirmasi hal tersebut.

Baca Juga: Pemkot Bandung Gencar Perangi Sampah: 60 Insinerator dan RDF Jadi Solusi Darurat

Sunandi menuturkan dengan jelas bahwa pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan uang hasil penjualan sepeda motor miliknya.

Yang mana, biaya tiket transportasi hingga sewa mobil rental disinyalir menggunakan uang tersebut.

“Setelah merencanakan pembunuhan, terdakwa menggadaikan sepeda motor miliknya untuk membiayai operasional dari Balikpapan ke Banjarbaru,” jelasnya.

Baca Juga: Invest in PAIRMiner cloud mining in 2025 and make more money than stocks. Easily achieve a daily profit of US$30,000.

Usai mendapatkan dana operasional, Jumran sontak berangkat dari tempat dinasnya menuju rumah sang kekasih, Juwita pada Jumat (21/3/2025).

Tiba pada keesokan harinya, pelaku mulai memeprsiapkan aksinya sebelum bertemu dengan korban.

Yang mana, dirinya membeli berbagai macam peralatan, seperti masker, baju ganti, hingga sarung tangan.

Baca Juga: SPMB Jakarta 2025 : Persiapan, Sosialisasi, dan Tahapan Pendaftaran Siswa Baru, DPRD Minta Persiapkan dengan Matang

Setelah mempersiapkan rencananya, Jumran bergegas menjemput sang kekasih menggunakan mobil rental yang telah disewa.

Tidak lama setelah bertemu, oknum TNI AL ini sontak melancarkan serangan dengan menganiaya korban di dalam mobil.

Hingga pada akhirnya, jurnalis wanita itu menghembuskan nafas terakhir usai dianiaya oleh sang kekasih.

Baca Juga: Kasus Meninggalnya Bayi Baru Lahir Diduga Kesalahan Pihak Rumah Sakit, RSUD Karawang Janji Bakal Audit Internal

Bukan main, jasad Juwita juga dibuang dan dirancang seolah-olah merupakan korban kecelakaan lalu lintas. ***