POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus karyawan PT Chang Shin di Karawang, Jawa Barat kian memanas.

Seperti diketahui, salah satu karyawan bernama Kintan Juniasari dikabarkan telah meninggal dunia dengan cara tidak wajar.

Yang mana, dirinya disebut tewas usai menjalani operasi jari tangan di Rumah Sakit Umum (RSU) Fikri Medika.

Baca Juga: Proses Validasi Rekening Tahap 3 Tidak Bisa Klik 'Setuju' Apa yang Harus Dilakukan Bapak Ibu Guru? Langsung Simak Arahan Operator Pusat!

Tidak heran, hal ini sontak menarik perhatian publik lantaran pihak RSU Fikri Medika diduga telah melakukan malpraktik.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Heraloebss pada Kamis (24/4/2025).

Dalam unggahannya, pihak rumah sakit yang menangani operasi buruh pabrik tersebut dituding telah melakukan tindak pidana.

Baca Juga: DIMULAI 25 April, Slot Menuju PMSL SEA Diperebutkan! PMNC ID Summer 2025 SIAP PANASKAN Arena PUBG Mobile

“Diduga salah penanganan, pekerja yang kecelakaan kerja meninggal setelah operasi di sebuah RS Karawang,” jelas dikutip.

Alhasil, tudingan tersebut menimbulkan spekulasi lebih dalam terkait penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit.

Beberapa publik juga turut mencecar para petugas medis yang diduga telah menjalankan operasi tidak sesuai prosedural.

Baca Juga: Sosok Kintan Juniasari, Karyawan PT Chang Shin Karawang yang Meninggal Dunia Usai Jalani Operasi di Rumah Sakit

“Aku harap ahli forensik dalam kasus ini dapat seperti dr Djaja, sehingga bisa menjelaskan dengan rinci,” ketik @sgkxt.

“Netizen baik2 aja, Indonesia baik2 aja, rumah sakit kami lain dr lain, kami gak bius, kami kasi racun,” cuit @albinodidi.

“Ternyata msh banyak terjadi malpraktik di Indonesia. Dokter anestesinya periksa. salah kasih obat itu,” ketikan @PetugasDumay dan @BruhGusGus.

Baca Juga: DOMINATOR Masih Mendominasi, ONIC Terbenam di Pekan Kedua IKL Spring 2025, ESKALASI Mulai PANAS TINGGI

Diketahui, insiden ini terkuak usai beredar sebuah video yang memperlihatkan Kintan telah menjalani operasi di rumah sakit.

Bukan tanpa sebab, langkah operasi itu dijalankan lantaran Kintan mengalami kecelakaan saat tengah bekerja sebagai buruh pabrik.

Yang mana, jarinya patah dikarenakan terjepit oleh mesin produksi hingga harus dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Kronologi Kasus Kintan Juniasari, Karyawan PT Chang Shin Karawang Dikabarkan Meninggal Tak Wajar

Berdasarkan informasi beredar, rumah sakit yang menangani korban, yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Fikri, Karawang.

Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat Kintan hendak dioperasi ringan oleh para petugas medis.

Yang mana, dirinya mengalami gejala muntah-muntah tidak lama setelah petugas medis memberikan anestesi.

Baca Juga: Pekan Kelima MPL ID S15 DIMULAI! Evos di Ujung Tanduk, Ini JADWAL dan KLASEMEN MPL ID Season 15 Week 5, Pertarungan Mulai NAIK LEVEL

Setelah diterpa gejala tidak biasa itu, karyawan PT Chang Shin ini dikabarkan telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Tidak heran, kasus kematian Kintan ini sontak dinilai janggal oleh keluarga yang telah ditinggalkan.

Sebab, meninggalnya korban kecelakaan kerja ini tidak lama setelah disuntik bius oleh tenaga medis.

Baca Juga: KENALI Tanda-tanda Rekening Pencairan TPG Sudah Valid di Info GTK, Jangan Sampai Keliru Bapak Ibu Guru!

Terlebih, pihak keluarga korban hanya menerima surat tanpa keterangan medis apapun dari pihak RSU Fikri Medika. ***