POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Kintan Juniasari, salah seorang karyawan PT Chang Shin di Karawang, Jawa Barat.
Seperti diketahui, nama Kintan Juniasari belum lama ini tengah ramai jadi perbincangan publik di media sosial.
Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai karyawan PT Chang Shin itu dikabarkan telah meninggal dunia.
Namun, berdasarkan informasi dihimpun menyatakan bahwa meninggalnya Kintan Juniasari ini dinilai tidak wajar oleh keluarga yang ditinggalkan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsolo.jawapos.com pada Kamis (24/4/2025).
Dalam artikelnya, Kintan dikonfirmasi telah meninggal dunia di salah satu rumah sakit dengan banyaknya kejanggalan.
“Kintan Juniasari, karyawati yang bekerja di bagian produksi PT Changsin Karawang, dinyatakan meninggal setelah menjalani operasi,” jelas dikutip.
Diketahui, insiden ini terkuak usai beredar sebuah video yang memperlihatkan Kintan telah menjalani operasi di rumah sakit.
Bukan tanpa sebab, langkah operasi itu dijalankan lantaran Kintan mengalami kecelakaan saat tengah bekerja sebagai buruh pabrik.
Yang mana, jarinya patah dikarenakan terjepit oleh mesin produksi hingga harus dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (22/4/2025).
“Kintan sebelumnya mengalami kecelakaan kerja di area pabrik. Jari tangan kirinya mengalami cedera serius setelah terjepit mesin produksi,” jelasnya.
Berdasarkan informasi beredar, rumah sakit yang menangani korban, yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Fikri, Karawang.
Baca Juga: Soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, UGM Siap Dukung Proses Hukum
Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat Kintan tengah dioperasi ringan oleh para petugas medis.
Yang mana, dirinya mengalami gejala muntah-muntah tidak lama setelah petugas medis memberikan anestesi.
Setelah diterpa gejala tidak biasa itu, karyawan PT Chang Shin ini dikabarkan telah menghembuskan nafas terakhirnya.
“Kondisi Kintan memburuk tak lama setelah proses anestesi. Setelah dibius, dia muntah darah dan akhirnya meninggal dunia,” jelas dikutip.
Tidak heran, kasus ini sontak menarik perhatian publik lantaran Kintan dinilai meninggal tidak wajar.
Terlebih, beberapa pengguna media sosial turut mencecar pihak rumah sakit lantaran diduga telah melakukan malpraktik.
Hingga kini, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun rumah sakit terkait insiden tersebut. ***



