POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus pelecehan dokter umum, Ardhitya Yoga Pramantara tengah ramai jadi sorotan publik.
Seperti diketahui, nama Ardhitya Yoga Pramantara telah dilaporkan ke pihak kepolisian usai diduga melakukan pelecehan terhadap seorang pasien di Persada Hospital, Malang, Jawa Timur.
Menyikapi hal ini, pihak Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto turut menanggapi laporan tersebut.
Baca Juga: Fakta atau Bohong Lari dan Angkat Beban Bisa Buat Kulit Wajah Kendor?
“Ini masih dalam proses analisis karena kejadiannya beberapa tahun lalu,” ucapnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal jawapos.com.
“Kami berusaha mempelajari dan tidak mau gegabah, mengedepankan prinsip kehati-hatian,” lanjutnya.
Yudi juga menambahkan bahwa para penyidik masih menelusuri kejadian yang menimpa korban kala itu.
Baca Juga: Penyebab Serius Mengapa Kini Banyak Karyawan Gen Z Dipecat Perusahaan
Hal ini diselidiki pihak kepolisian melalui rekaman CCTV untuk memperkuat tuduhan yang disampaikan korban.
Setelah melakukan penyidikan, Yudi akan memanggil yang bersangkutan untuk diproses lebih lanjut.
“Masih kami gali kenapa dokter tidak didampingi asisten atau perawat lain. Yang jelas setelah semua saksi dan bukti terkumpul,” jelasnya.
“Baru kami meminta keterangan kepada terduga pelaku. Untuk kapannya, masih menunggu,” lanjutnya.
Perlu diketahui, kasus ini mencuat usai korban bernama Qorry Aulia Rachmah melakukan cek kesehatan di Persada Hospital pada 2022 silam.
Yang mana, pengecekan tersebut dilakukan Qorry lantaran dirinya mengeluhkan rasa sakit akut di bagian kepala.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama dan Segar Sepanjang Hari
“Waktu itu aku mengalami sinusitis dan vertigo berat yang akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke IGD terdekat,” jelasnya yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.
Tidak sampai disitu, korban yang menjalani rawat inap di ruang VIP ini tiba-tiba dihampiri pelaku pelecehan tersebut.
Di mana, Ardhitya yang berkunjung ke ruangan korban ini berdalih ingin mengecek kesehatan lebih lanjut.
Baca Juga: Derby della Madonnina di Coppa Italia: Inter Milan vs AC Milan, Siapa Melaju ke Final?
Mengetahui hal ini, korban turut menyetujui maksud dari pelaku lantaran hanya cek lanjutan saja.
Alih-alih demikian, momen ini justru dimanfaatkan dokter umum tersebut untuk melancarkan aksinya.
Yang mana, saat melakukan pemeriksaan di bagian mata dan mulut, pelaku meminta korban untuk membuka baju.
Dengan maksud, pelaku pelecehan ini hendak mengecek ritme jantung korban menggunakan alat stetoskop.
“Dia (Ardhitya) cek mata, mulut tiba2 dia keluarin stetoskop sambil bilang buka bajunya,” jelas korban.
“Dia periksa benar2 lama gak kaya biasanya, aku mulai gak nyaman, tapi dokter itu bilang sebentar aja,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral Dua Dokter Berkelahi di RSUP Palembang hingga Masuk IGD, ‘Dua Telornya’ Ditendang Keras
Bukan main, pelaku yang tengah memeriksa bagian dada korban ini tiba-tiba mengeluarkan ponsel.
Diketahui, dokter umum tersebut mengaku hanya ingin membalas pesan yang disampaikan oleh temannya.
Namun, pengakuan Ardhitya itu justru dibantah oleh korban lantaran dirinya menduga bahwa pelaku hendak mengambil foto ataupun video. ***


