POJOKSATU.id, CIANJUR-Puluhan siswa dan siswi MAN 1 Cianjur mengalami keracunan massal. Ini diduga terjadi setelah mengonsumi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut.

Data sementara ada 21 siswa dan siswi MAN 1 Cianjur yang dilarikan kedua rumah sakit yaitu RSUD Sayang dan RS Bhayangkara, Senin, 21 April 2025. Pihak sekolah sendiri belum memberikan data detail mengenai jumlah korban keracunan diduga dari MBG itu.

Para siswa yang dilarikan ke rumah sakit, mayoritas mengalami mual dan pusing setelah pulang sekolah.

Hal tersebut disampaikan salah seorang orang tua siswa berinisial DI (40). Awalnya, dia menduga sang anak hanya masuk angin, namun kemudian mengetahui dari grup WhatsApp kelas bahwa beberapa siswa lain juga mengalami keluhan serupa.

Baca Juga: 21 APRIL, Bukan Hanya Hari Kartini, Peristiwa Ini Nyaris Tak Diketahui, DEKLARASI CENDANA 1984, Jejak Hubungan Golkar, Militer dan Kekuasan Orde Baru

“Tadi ada acara di sekolah, anak saya dibawa pulang temannya. Saya pikir cuma sakit biasa, tapi ternyata di grup ramai dibahas kalau bukan hanya anak saya yang sakit,” ungkapnya, kepada wartawan dilansir dari Radar Cianjur.

Kemudian, DI kemudian membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut atas rekomendasi pihak sekolah.

“Setelah dicek, katanya ini dugaan dari makanan bergizi gratis. Anaknya juga bilang baru terasa tidak enak badan saat sore, setelah makan siang di sekolah,” ungkapnya.

Menurut pengamatan DI di rumah sakit, sudah ada sekira 10 siswa lainnya yang juga mengalami gejala serupa dan tengah mendapatkan perawatan. Informasi mengenai dugaan keracunan ini juga tengah ramai diperbincangkan di grup komunikasi orang tua siswa.

Baca Juga: Panduan Lengkap Bilangan Pecahan UN SMP 2025: Konsep, Rumus, Strategi, Contoh Soal dan Pembahasan

“Di grup kelas lagi dibahas juga, banyak yang melaporkan anaknya mengalami hal serupa,” tambahnya.

Kepala Sekolah MAN 1 Cianjur Erma Sopiah mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan dengan jumlah korban, namun baru masuk sekitar 21 orang yang dirawat di RSUD Sayang dan Bhayangkara.

"Kalau dugaan atau gimana ya kita belum tahu pasti karena tadi ada pihak SPPG membawa sampel makanannya guna untuk pemeriksaan. Memang dugaan dari MBG tapi kita menunggu hasil juga karena kan anak ada yang makan dan juga jajan," jelasnya.

Baca Juga: Eks Ketua DPRD Kota Banjar Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan Rp 3,5 Miliar

Kalau tadi untuk makanan MBG Nya itu ada Mie, Suwir ayam sama semangka. Tapi kan tadi ada kurang lebih 800 siswa yang dibagi karena kelas XII tidak ada.

"Sekarang sudah ada laporan sembilan orang yang dirawat dengan gejala muntah serta mual pusing. Kita juga tidak bisa menuduh ini baru dugaan, karena kan masih dicek apakah ada indikasi dugaan ke MBG tersebut," ucapnya.

Jadi ini dugaan sementara dari kita, jadi nanti hasilnya nunggu dari pihak terkait untuk masalah makan itu.

"Jadi kita menunggu, hasil dari pihak terkait apakah dugaan tersebut mengarah kesana atau bukan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr. Frida Laila Yahya, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa MAN 1 Cianjur.

Baca Juga: SOLUSI dari BKN Bagi Peserta Seleksi PPPK Tahap II yang Nomor Tesnya Belum Muncul!

“Kami mendapat informasi dari Puskesmas terkait dugaan keracunan, mayoritas dialami oleh siswa MAN 1 Cianjur,” ujarnya.

Frida mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, seperti RSUD Sayang dan RS Bhayangkara.

“Jumlah pasti korban masih dalam proses verifikasi. Nanti akan kami sampaikan setelah data terkumpul secara menyeluruh,” jelasnya.

Terkait dugaan penyebab keracunan, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan serta muntahan siswa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Kami sudah ambil sampel makanan dan muntahan untuk diperiksa. Saat ini kami masih menunggu hasil laboratoriumnya, apakah sumbernya dari makanan bergizi gratis atau dari makanan lain,” pungkasnya. ***