POJOKSATU.id - Banjir lahar hujan Gunung Semeru yang terjadi dua hari berturut-turut mengakibatkan tanggul penahanan lahar di Lumajang, Jawa Timur jebol.
Tanggul mengalami kerusakan sepanjang 300 m dari total panjang tanggul 2 km.
Bukan hanya itu, area tanggul yang jebol berpotensi akan terus meluas.
Kondisi ini mengancam keselamatan warga yang bermukim di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh.
Warga pun berharap segera ada perbaikan dari pemerintah untuk mengatasi tanggul yang jebol.
Warga khawatir kerusakan tanggul akan semakin luas jika terjadi banjir lahar susulan.
Selain berharap ada perbaikan tanggul yang jebol pihak pemerintah Desa Sumberwuluh juga berharap dilakukan normalisasi aliran sungai.
Baca Juga: Pria Bekasi Dicurigai Korban TPPO Tewas di Kamboja, Menteri P2MI Larang WNI Bekerja di Negara Rawan
Hal ini agar aliran lahar tidak meluap ke sisi tanggul dan agar permukiman warga aman dari banjir lahar Semeru.
Banjir lahar yang tak kunjung surut juga menyebabkan siswa SDN Jugosari kesulitan berangkat sekolah sejak hari pertama usai libur lebaran.
Sejumlah siswa yang tidak mau ketinggalan pelajaran di hari kedua masuk sekolah terpaksa harus digendong oleh orang tuanya dibantu oleh
Bhabinsa dan Bhabinkamtipmas Desa setempat.
"Untuk jalur menuju arah sekolah itu rusak parah karena banjir tadi malam mencapai selama 34 mm," kata Babinsa Jugosari, Serma Novi Wahyu Santoso.
"Dan ini hari kedua masuk sekolah kemarin pun itu banyak anak yang libur jadi kita sempatkan bersama Bhabinkamtibmas di sini untuk membantu menyeberangkan anak sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran," lanjutnya.***



