POJOKSATU.ID – Kasus sopir taksi online asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini kian menarik perhatian publik.

Dikarenakan, Michael Frederick Pakpahan (25) selaku sopir taksi online dikabarkan telah meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar.

Yang mana, dirinya ditemukan tewas mengenaskan di dalam sebuah karung goni pinggiran sungai kawasan Langkat, Sumut.

Baca Juga: JADWAL LENGKAP Serie A Pekan ke 32, SUGUHKAN Inter vs Cagliari, Ujian Konsistensi Nerazzurri, Laga DERBY ROMA Tawarkan Persiangan Ketat ke Zona Eropa

Usut punya usut, Michael Frederick Pakpahan yang berakhir tragis ini ternyata sempat dinyatakan Hilang.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platfrom Facebook milik kerabat korban @MekarSinurat pada Jumat (11/4/2025).

Dalam unggahannya, kerabat sopir taksi online itu disebut telah hilang sebelum ditemukan dalam keadaan tewas.

Baca Juga: KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Internet Masuk Desa Rp 9,4 Miliar di Madina

“Dicari Orang Hilang. Teman2 sekalian, mohon bantuannya, telah hilang adik kami, Michael Frederick Pakpahan,” jelas di-caption.

“Hasil track GPS sebelum hilang, ybs sedang mengantar customer menuju ke Jln Besar Tj Slamet 72,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihak keluarga korban yang menduga Michael telah hilang ini sontak melaporkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lanjutkan Misi Perdamaian di Timur Tengah, Singgah ke Mesir dan Qatar, Ada Apa?

Berdasarkan informasi dihimpun, pihak keluarga tidak mendapatkan kabar dari korban sejak Minggu (6/4/2025).

Padahal, korban saat itu diketahui tengah mengambil orderan penumpang sekitar pertengahan malam.

Tidak lama setelahnya, aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut sontak mengambil langkah tegas untuk mengusut kasus.

Baca Juga: Anak Sikut Ayah Kandung hingga Jatuh dari Motor, Korban Tewas dengan Luka Serius di Kepala

Waktu silih berganti, para penyelidik yang bertugas mencari keberadaan korban berhasil meringkus para tersangka.

Diketahui, ditangkapnya para tersangka ini tidak lain lantaran terbukti merupakan orang yang terakhir kali berinteraksi dengan korban.

Namun, masih belum diketahui berapa tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Prediksi Persis Solo vs Malut United, Ada Misi BALAS DENDAM, Laga Panas Akan Tersaji, Jadi Puncak Perebutan Tren Positif di BRI Liga 1 Pekan ke-28

Lebih lanjut, selama proses interogasi berlangsung, terduga pelaku memberikan pernyataan yang mengejutkan kepada para penyidik.

Yang mana, dirinya mengaku telah membuang jasad korban di sebuah paluh aliran sungai kawasan Desa Pasar Rawa, Gebang, Langkat.

Tidak hanya itu, pelaku juga menjelaskan bahwa goni yang mengangkut jasad Michael dimasukkan sebuah batu di dalamnya.

Baca Juga: 5 Resep Masakan Sederhana Saat Cuaca Panas Untuk Kaum Mageran: Auto Nambah Nasi

Hal ini dilakukan para pelaku agar mayat sopir taksi online tersebut tidak ditemukan lantaran terus mengendap di aliran sungai.

“Setelah itu, jasad korban dikemas dalam goni dan kemudian dibuang di paluh daerah Gebang,” jelas kutipan dari portal Pojoksatu.id.

“Di dalam goni, pelaku meletak batu sebagai pemberat agar tidak mengambang,” lanjut laporan artikel. ***