POJOKSATU.ID - Kasus pengeroyokan tiga anggota polisi di Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) kian menarik perhatian publik.
Seperti diketahui, tiga personel aparat kepolisian baru saja menjadi korban tindak pidana oknum TNI.
Namun, Danrem 143 Halu Oleo Brigjen TNI R Wahyu Sugiarto justru membantah anggotanya jadi pelaku dalam kasus tersebut.
“Anggota dari Kodim Kendari itu justru melerai anggota dari Sulawesi Tengah,” jelasnya yang dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @Heraloebss.
Wahyu juga menambahkan bahwa keterlibatan anggotanya dalam kasus pengeroyokan itu tidak lain hanya salah paham.
Yang mana, antara pelaku dan korban disebut merupakan kerabat saat masih duduk di bangku sekolah.
“Hasil pemeriksaannya ternyata tidak seperti itu, hanya salah paham. Mereka kawan SMA,” tutur Wahyu.
Diketahui, insiden ini bermula ketika para anggota polisi telah selesai menjalankan tugas mengamankan pawai takbiran di Tugu Rambutan pada Sabtu (29/3/2025).
Namun, beberapa warga dan diduga anggota TNI justru datang memancing keributan saat para aparat kepolisian hendak kembali ke markas.
Baca Juga: Nikmati Liburan Lebaran 2025 dengan BRImo: Transaksi Digital Makin Mudah Bebas Hambatan
Di mana, warga dan aparat TNI ini memancing perselisihan dengan cara menggeber sepeda motor di depan Polsek Tiworo Tengah.
“Saat kembali, beberapa warga yang diduga bersama dua oknum TNI memancing keributan dengan menggeber motor knalpot brong,” jelas dikutip.
Tidak hanya sekali, warga dan dua oknum TNI ini kembali melakukan aksinya sekitar pukul 23.00 WITA.
Diketahui, dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus pengeroyokan ini tidak lain bernama Serda Ambo Nasir dan Pratu Rendi.
Oleh karena itu, salah satu anggota polisi, yakni Bripda Hendi sontak mengambil sikap untuk mengamankan para pelaku.
Namun, hal mengenaskan justru terjadi ketika salah satu personel Polsek Tiworo Tengah itu mencoba melakukan pengamanan.
Di mana, dirinya dianiaya hingga babak belur oleh dua oknum TNI yang arogan saat mengendarai sepeda motor.
Tidak hanya Hendi, dua personel dari aparat kepolisian tersebut juga ikut menjadi korban tindak pidana para pelaku.
Berdasarkan informasi dihimpun, kedua oknum TNI ini berhasil diamankan oleh pihak berwenang.
Tidak lain, hal ini guna menyelidiki tuntas kasus pengeroyokan yang telah mencoreng nama aparat penegak hukum. ***



