POJOKSATU.ID - Belum lama ini kasus pengeroyokan terhadap anggota polisi di kawasan Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) kian memanas.
Seperti diketahui, ada tiga personel dari aparat kepolisian yang menjadi korban tindak pidana berupa pengeroyokan.
Yang mana, ketiga korban ini dianiaya oleh diduga oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat malam takbiran.
Alhasil, mereka mendapatkan sekujur luka di bagian tubuh usai jadi korban penganiayaan dua oknum TNI.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Heraloebss pada Selasa (1/4/2025).
Dalam unggahannya, ketiga personel itu diketahui bernama Bripda Hendi, Briptu Rendi Supriadi, dan Bripda Abdi Maha Putra.
Baca Juga: Nikmati Liburan Lebaran 2025 dengan BRImo: Transaksi Digital Makin Mudah Bebas Hambatan
Di mana, Hendi dan Rendi diketahui merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Tiworo Tengah.
Sedangkan, Bripda Abdi Maha Putra merupakan anggota dari satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sultra.
Lebih lanjut, insiden ini bermula ketika para anggota polisi telah selesai menjalankan tugas mengamankan pawai takbiran di Tugu Rambutan pada Sabtu (29/3/2025).
Namun, beberapa warga dan diduga anggota TNI justru datang memancing keributan saat para aparat kepolisian hendak kembali ke markas.
Di mana, warga dan aparat TNI ini memancing perselisihan dengan cara menggeber sepeda motor di depan Polsek Tiworo Tengah.
“Saat kembali, beberapa warga yang diduga bersama dua oknum TNI memancing keributan dengan menggeber motor knalpot brong,” jelas dikutip.
Tidak hanya sekali, warga dan dua oknum TNI ini kembali melakukan aksinya sekitar pukul 23.00 WITA.
Diketahui, dua oknum TNI yang terlibat dalam kasus pengeroyokan ini tidak lain bernama Serda Ambo Nasir dan Pratu Rendi.
Oleh karena itu, salah satu anggota polisi, yakni Hendi sontak mengambil sikap untuk mengamankan para pelaku.
Namun, hal mengenaskan justru terjadi ketika salah satu personel Polsek Tiworo Tengah itu mencoba melakukan pengamanan.
Di mana, dirinya dianiaya hingga babak belur oleh dua oknum TNI yang arogan saat mengendarai sepeda motor.
Tidak hanya Hendi, Rendi dan personel Brimob tersebut juga ikut menjadi korban tindak pidana para pelaku.
Hingga kini, kasus pengeroyokan terhadap personel aparat kepolisian ini masih tengah dalam penindaklanjutan. ***



