POJOKSATU.id, SURABAYA—Sebanyak 25 mahasiswa dan elemen masyarakat sipil ditangkap polisi imbas demo yang berakhir ricuh menolak UU TNI di depan gedung Grahadi Surabaya, Senin (24/3).
Kericuhan di depan gedung Grahadi ini berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB. Kericuhan sempat jeda sekitar 30 menit saat buka puasa berlangsung dan kembali berlanjut sesudahnya.
Kejadian demo ricuh di Surabaya ini juga menjadi perhatian warganet di laman X dengan jumlah postingan mencapai 308 ribu kali hingga Senin malam.
Salah satu unggahan berasal dari akun @YLBHI, Senin malam.
“Kabar terbaru dari Surabaya. Pengacara publik dari @LBH_surabaya telah sampai di Polrestabes Surabaya tetapi penyidik menghalang-halangi pemberian akses bantuan hukum pada massa aksi yang ditangkap. Tolong pak @ListyoSigitP @ahriesonta @PolrestabesSby berikan akses bantuan hukum sekarang juga,” kata akun YLBHI terkait penangkapan aktivis di Surabaya ini.
Baca Juga: Kota Pahlawan Surabaya Memanas, Ratusan Pendemo Lempari Polisi dengan Molotov dan Batu
Penangkapan mahasiswa dan elemen sipil ini terjadi di sekitar Taman Apsari Jalan Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pahlawan.
Pengacara publik LBH Surabaya, Jauhar Kurniawan, mengaku masih melakukan kroscek ke Mapolrestabes Surabaya soal jumlah mahasiswa yang ditangkap polisi ini.
“Sementara ini kami akan cek terkait jumlahnya ke Mapolrestabes Surabaya,” kata Jauhar.
Koordinator Kontras Surabaya Fatkhul Khoir memastikan jumlah massa yang aksi yang ditangkap berjumlah 25 orang.
Namun, mereka belum bisa melakukan pendampingan karena belum mendapatkan kuasa.
“Kami data yang di Mapolrestabes ada 25 orang, tetapi identitasnya belum dapat detail semua, baru dua yang berhasil kami identifikasi,” ucap Fathkul dilansir JPNNcom.
Pihaknya sempat melakukan koordinasi dengan pihak penyidik. Namun, belum diberikan akses untuk masuk lantaran belum ada kuasa.
Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengaku masih melakukan pendataan berapa mahasiswa yang diamankan.
Kombes Luthfie menyebut saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan apakah orang yang ditangkap itu juga diduga melakukan tindak pidana.
“Tentu nanti kami sampaikan, tadi kami dalami ada yang kita amankan. Apakah itu melakukan pidana atau (tidak),” kata Kapolrestabes Surabaya.
Di sisi lain, dia menyebut sejumlah aparat kepolisian juga mengalami luka. Namun, dia belum menjelaskan jumlah dan penyebabnya. ***




