POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Hasfiani alias Imam (30) tengah ramai diperbincangkan publik.

Seperti diketahui, Imam yang berprofesi sebagai sales mobil ini dikabarkan telah menjadi korban penembakan.

Yang mana, dirinya ditembak mati oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) berinisial DI.

Baca Juga: Proyek Kelistrikan Dukung Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jelang Idul Fitri

Berdasarkan informasi dihimpun, jasad Imam dibuang pelaku penembakan itu di semak-semak kawasan Gunung Salak, Aceh Utara, Aceh.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @zoelfick pada Selasa (18/3/2025).

Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti kasus pembunuhan tersebut lantaran menyeret oknum TNI AL.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kasus Hasfiani alias Imam, Sales Mobil di Aceh Utara Ditembak Mati Oknum TNI AL

Beberapa di antaranya juga turut mencecar sikap aparat berseragam itu usai jadi pelaku pembunuhan seorang sales mobil.

“Miris. Yang diharapkan jadi pelindung justru mencelakai hingga kehilangan nyawa,” ketik akun @herrycho_12.

“Kalo kejadian gitu apa gak bisa di tuntut hukuman mati, nanti seperti korban bos rental mobil pelaku hanya di putus hukuman seumur hidup,” cuit @harijanto_1.

Baca Juga: Kinerja Sektor Keuangan Ciayumajakuning Stabil, Kredit Bank Umum Naik 5,72 Persen di Akhir 2024

“Yg lebih naas, pengadilan umum tdk bisa mengadili kekejaman aparat td. Seakan2 mereka berada diatas hukum,” ketikan @dagu_sakti21.

Diketahui, insiden ini terjadi saat pelaku datang ke sebuah showroom mobil tempat Imam bekerja pada Jumat (14/3/2025).

Yang mana, oknum TNI AL itu diketahui hendak membeli sebuah unit mobil Toyota Innova milik perusahaan Imam.

Baca Juga: Jabar Siap Angkat CASN dan PPPK, Pengangkatan Dimajukan ke 2025

Oleh karena itu, DI sontak meminta uji kelayakan kendaraan tersebut dengan cara test drive di kawasan sekitar.

Imam yang mengetahui hal tersebut sontak mengindahkan permintaan pelaku usai mendapat izin dari perusahaan.

Dengan catatan, pelaku yang hendak melakukan uji kelayakan unit itu turut ditemani oleh sales mobil tersebut.

Baca Juga: Pemkot Bandung Selesaikan Pembayaran Honor Guru yang Tertunda, Pastikan Keberlanjutan Pembayaran

Namun, kejadian mengenaskan justru terjadi saat Imam dan oknum TNI AL itu tengah jalan bersama di dalam sebuah mobil.

Sebab, oknum TNI AL tersebut melakukan penyerangan menggunakan senpi hingga menyebabkan Imam tewas di tempat. ***