POJOKSATU.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menilai stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan) tetap terjaga pada Triwulan IV tahun 2024. 

Sejumlah indikator menunjukkan pertumbuhan positif, terutama pada sektor perbankan. Pada sektor Bank Umum, kredit yang disalurkan mengalami kenaikan 5,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp54,22 triliun. 

Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan aset perbankan sebesar 7,12 persen (yoy) menjadi Rp56,39 triliun serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 4,25 persen (yoy) menjadi Rp43,07 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat tumbuh 9,50 persen (yoy) menjadi Rp1,54 triliun.

Baca Juga: Jabar Siap Angkat CASN dan PPPK, Pengangkatan Dimajukan ke 2025

Kinerja positif juga terjadi pada Bank Umum Syariah di wilayah Ciayumajakuning, yang mencatat lonjakan kredit hingga 17,50 persen (yoy) menjadi Rp4,33 triliun. 

Aset dan DPK Bank Umum Syariah juga tumbuh masing-masing 19,51 persen dan 19,79 persen (yoy), dengan laba tahun berjalan meningkat signifikan sebesar 21,45 persen menjadi Rp226,66 miliar.

Namun, sektor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengalami kontraksi. Kredit yang disalurkan turun 3,23 persen (yoy) menjadi Rp2 triliun, seiring dengan penurunan DPK sebesar 1,53 persen (yoy) menjadi Rp2,19 triliun dan aset yang menyusut 4,79 persen (yoy) menjadi Rp2,72 triliun.

Di luar perbankan, sektor Pasar Modal menunjukkan peningkatan jumlah investor yang tercermin dari kenaikan Single Investor Identification (SID) sebesar 8,65 persen (yoy) menjadi 310.145 SID. 

Akumulasi transaksi saham juga melonjak 77,76 persen (yoy) mencapai Rp1,82 triliun.

OJK Cirebon juga mencatat peningkatan layanan konsultasi dan pengaduan di sektor jasa keuangan. 

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KUE SAGON KELAPA Kering Gurih Renyah, Kue Tradisional Ini Jangan Dilewatkan, Hadirkan Khas Lebaran di Setiap Tahun

Sepanjang 2024, sebanyak 1.387 layanan diberikan, dengan mayoritas konsultasi dilakukan secara langsung (walk-in) sebesar 75,13 persen.

Sebagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, OJK Cirebon menggelar 134 kegiatan edukasi sepanjang 2024, meningkat 34 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Program unggulan seperti Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kabupaten Kuningan juga terus diperkuat untuk membantu UMKM mendapatkan akses ke layanan keuangan.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong perbankan, terutama BPR, untuk meningkatkan intermediasi keuangan, khususnya dalam pembiayaan sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

"Dengan berbagai inisiatif ini, kami berharap masyarakat semakin memahami produk keuangan yang legal dan berizin serta dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi," pungkasnya