POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi Samuel Marbun sudah tiga bulan hilang di Papua Barat atau semenjak 18 Desember 2024 lalu.

Keluarga Tomi Marbun sangat menyesalkan kejadian dimana perintah KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak yang tak dijalankan saat pencarian Tomi.

Padahal saat itu, menurut keluarga Tomi, Kodim 1806/Teluk Bintuni atau Batalyon 763 sudah menurunkan 15 personel untuk membantu pencarian.

Baca Juga: Musibah Tanah Bergerak Melanda Bandung Barat, Puluhan Rumah Warga Rusak

Namun 15 tentara ini malah disuruh pulang oleh Kabag Ops Polres Teluk Bintuni.

Diketahui, Iptu Tomi hilang saat memimpin operasi penangkapan terhadap anggota KKB, Marthen Aikinggin yang merupakan DPO kasus pembunuhan.

Iptu Tomi terjatuh dan hanyut di Sungai Kali Rawara, Kampung Meyah Lama, Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni.

Keluarga mengungkap ada kejanggalan di balik pencarian Iptu Tomi yang tidak kunjung ditemukan. Keluarga Tomi menganggap polisi dan Basarnas tidak pernah serius melakukan pencarian.

"Dari tanggal 18 kejadian sampai per hari ini, tidak pernah ada dilakukan pencarian yang betul signifikan," ungkap adik kandung Iptu Tomi, Monterry Marbun, Minggu (16/3/2025).

Baca Juga: Buntut Kasus Hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun di Papua: Istri Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Alami Intimidasi

Monterry menuding personel yang melakukan pencarian langsung ke tempat kejadian perkara hanya turun sekali pada 21 Desember 2024.

Setelah itu, tim pencarian tidak pernah lagi sampai ke TKP hilangnya Tomi Marbun.

Menurut Monterry, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak juga sempat memerintahkan Kodim 1806/Teluk Bintuni menurunkan personel membantu pencarian.

Dan sebanyak 15 personel dari Batalyon 763 kemudian diturunkan ke lokasi. Namun saat tiba di pos pencarian Tomi Marbun, mereka malah disuruh pulang oleh Kabag Ops Polres Teluk Bintuni.

Baca Juga: Siapa Riah Ukur Tarigan? Istri Iptu Tomi Samuel Marbun yang Bongkar Kejanggalan Hilangnya Sang Suami saat Kejar KKB di Papua

“Dan tidak pernah diberangkatkan ke TKP untuk melakukan pencarian," ungkap Monterry.

Keluarga Tomi Marbun juga pernah mempertanyakan upaya pencarian kepada Basarnas. Namun Basarnas tidak memberikan penjelasan mengapa tidak melanjutkan pencarian.

Menurut Basarnas, mereka tidak bisa mengirimkan video dan foto dokumentasi pencarian tanpa seizin Kapolres Teluk Bintuni.

“Itu yang buat kejanggalan bagi kita ini. Ini benar-benar mau cari tahu bagaimana," paparnya seperti dilansir detikcom.

Dia mengaku mertua Iptu Tomi yang seorang polisi di Papua Barat juga sempat turun langsung ke lokasi sehari setelah kejadian. Mertua Iptu Tomi saat itu didampingi Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Choiruddin Wahid.***