POJOKSATU.ID – Belum lama ini sosok Riah Ukur Tarigan tengah hangat jadi pembahasan publik.
Hal ini terjadi usai Riah Ukur Tarigan mengungkap kronologi kasus sang suami, yakni Iptu Tomi Samuel Marbun.
Seperti diketahui, Iptu Tomi Samuel Marbun selaku Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni ini dinyatakan hilang selama 3 bulan.
Baca Juga: Pagar Laut di Perairan Kohod Belum Sepenuhnya Dicabut, Warga Tangerang Merasa Dibohongi
Namun, hilangnya sang suami saat kejar personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ini justru dinilai janggal oleh Riah Ukur Tarigan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial Instagram milik Riah @rubrtarigan pada Sabtu (15/3/2025).
Dalam unggahannya, Riah menuturkan bahwa kasus hilangnya Tomi ini tidak kunjung mendapatkan keterangan pasti dari aparat penegak hukum.
Oleh karena itu, dirinya membeberkan kejanggalan yang terjadi dalam penanganan kasus sang suami.
“Kali ini saya akan buka terang2an apa yang saya alami dan rasakan sampai sejauh ini,” ucap Riah.
“Dari sebelum suami saya ijin tugas, pergi tugas, dinyatakan hilang, proses pencarian, dan sampai sekarang tanpa kejelasan,” lanjutnya.
Baca Juga: Kontroversi Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN Begini Klarifikasi Sang Vokalis! Ngaku Punya Banyak PH!
Riah menambahkan bahwa insiden ini terjadi saat sang suami terlibat dalam operasi gabungan yang dimulai pada Minggu (15/12/2024) silam.
Diketahui, operasi gabungan yang teridiri dari jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga Polri ini berupaya meringkus salah satu pelaku kriminal.
Yang mana, pelaku kriminal tersebut tidak lain bernama Marten Aikinggin selaku personel Operasi Papua Merdeka (OPM) alias KKB.
Namun, kecurigaan Riah justru timbul sebelum suaminya melakukan tugas yang disebut “Operasi Senyap”.
Sebab, Tomi yang saat itu hendak menjalankan tugas tiba-tiba meminta sejumlah uang untuk keperluan operasional.
Padahal, seluruh anggaran operasional tugas tersebut seharusnya sudah diakomodir oleh instansi terkait.
Baca Juga: Menyala Isi Dompet Keuangan Maret, dari Gajian hingga TPG bahkan THR Masuk Rekening! Lebaran Aman
Dalam penjelasannya, Riah menuturkan bahwa sang suami meminta uang tersebut lantaran tidak ada anggaran operasional.
“Sore harinya suami saya meminta meminta saya untuk transfer sejumlah uang untuk transport oeprasi mereka,” jelasnya.
“Terus, sempat saya protes kenapa pake uang pribadi untuk tugas, tapi suami saya bilang ‘itu lagi, abis didesak2 tidak dikasih modal’,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, Tomi yang terlibat dalam operasi gabungan itu justru berakhir mengenaskan saat tengah berupaya mengamankan pelaku.
Dikarenakan, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni ini dilaporkan hilang usai baku tembak dengan personel OPM pada Rabu (18/12/2024).
Berdasarkan informasi dihimpun, dirinya dinyatakan hanyut di Kali Rawara, Kampung Meyah Lama, Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni.
Baca Juga: DPC Demokrat Kabupaten Cirebon Bagikan Ratusan Takjil, Jaga Tradisi di Bulan Ramadan
Namun pernyataan terkait Tomi yang disebut hanyut ini justru menimbulkan kejanggalan hingga tanda tanya besar.
Sebab, Riah selaku istri dari Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni tersebut tidak mendapatkan kejelasan pasti terkait hilangnya sang suami.
Hingga kini, pihaknya masih menungu pertanggungjawaban dari aparat penegak hukum terkait kasus yang telah menimpa sosok Tomi. ***



