POJOKSATU.ID – Berikut sosok Fernando Tongkotow (21) warga Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut).

Seperti diketahui, belum lama ini nama Fernando Tongkotow tengah hangat diperbincangkan publik.

Sebab, dirinya barusaja dikabarkan telah meninggal dunia usai jadi korban penembakan oknum Brimob Polda Sulut.

Baca Juga: Disinyalir jadi sarang mafia SRUT, BPTD Kelas II Jatim Didemo Puluhan Massa

Berdasarkan informasi dihimpun, Fernando Tongkotow yang ditembak hingga tewas ini terjadi di kawasan tambang emas ilegal Ratatotok, Minahasa Tenggara.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Heraloebss pada Selasa (11/3/2025).

Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti kasus tersebut lantaran menyeret instansi kepolisian.

Baca Juga: BRI Dukung Penuh Implementasi PP No. 8 Tahun 2025 untuk Perkuat Stabilitas Perekonomian Nasional

Beberapa di antaranya juga turut mencecar sikap arogansi pelaku yang telah melakukan penembakan.

Padahal, pihak instasni Polri diketahui telah mengambil sikap dengan menuturkan permohonan maaf kepada pihak yang terlibat.

Namun, permintaan maaf yang disampaikan aparat kepolisian ini justru dinilai publik tidak bermoral.

Baca Juga: Bayi 2 Bulan Tewas di Tangan Ayahnya yang Berprofesi Polisi, Berawal Istri yang Hendak Belanja Menitipkan Anak ke Suami

“Enak banget, terus nyawa manusia, nyawa rakyat Indonesia, dihilangkan cuma dibilang cukup,minta maaf” cuit @SidikRakhm50341.

“Enak bgt ya bunuh orang langsung minta maaf, kaya nyawa di tangan orang bukan di tangan tuhan lagi,” ketik @txtdarigaluh.

“Emangnya nyawa bisa diganti dengan kata maaf sumpah yaa orang-orang macam ni,” lanjut cuitan @shymonlab.

Baca Juga: Pastikan Rekening BSI Aktif untuk Pencairan TPG Non PNS, Hindari Hal ini!

Usut punya usut, Fernando yang menjadi korban penembakan oknum Brimob ini ternyata seorang komplotan kriminal.

Berdasarkan informasi dihimpun, dirinya ditembak lantaran mencoba melakukan pencurian besar-besaran di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bukan main, Fernando yang ditemani oleh beberapa rekannya ini juga membawa beberapa senjata tajam (sajam) dalam aksinya.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Syarat Kelulusan PPG Daljab 2025 Guru Madrasah Kemenag!

Yang mana, mereka melakukan pencurian tidak lain untuk mengambil paksa aset operasional tambang emas ilegal. ***