POJOKSATU.id — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pernah mengungkapkan gagasan mengenai pembentukan Partai Super Tbk kepada para relawannya.
Konsep ini berbeda dari partai politik pada umumnya, di mana setiap anggota memiliki hak kepemilikan serta pemilihan ketuanya dilakukan secara terbuka.
Meskipun gagasan tersebut belum terwujud sebagai partai baru, konsep serupa telah diadopsi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden RI pada Oktober 2024, Jokowi kembali ke Solo dan menyatakan keinginannya untuk menjalani kehidupan sebagai warga biasa yang aktif di bidang lingkungan hidup.
Meski demikian, ia tetap menunjukkan keterlibatannya dalam politik, termasuk memberikan dukungan kepada calon kepala daerah dalam Pilkada 2024.
Baca Juga: Viral SBY Dianggap Beri Sindiran, Sukseskan Pemerintahan Jokowi Pas di Depan Presiden Prabowo
Isu mengenai kemungkinan Jokowi bergabung dengan partai politik seperti Golkar atau PSI sempat beredar di publik.
Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait langkah politik yang akan diambil Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Konsep Partai Super Tbk
Jokowi menjelaskan bahwa Partai Super Tbk merupakan konsep partai yang dimiliki oleh semua anggotanya, sehingga seluruh pihak terlibat dalam pengambilan keputusan.
Ia menilai bahwa gagasan ini dapat membawa perubahan ke arah yang lebih modern dan partisipatif dalam sistem politik Indonesia.
“Ini kan gagasan, kemudian disambut partai lain. Kalau partai semua jadi terbuka bagus. Kan bagus jadi partai modern,” ujar Jokowi.
Meskipun ide mengenai Partai Super Tbk belum direalisasikan, Jokowi mengakui bahwa PSI telah menerapkan konsep serupa melalui perubahan struktur menjadi PSI Perorangan.
Dalam sebuah wawancara di kediamannya pada Kamis (6/3/2025), ia menyatakan bahwa gagasan tersebut telah disampaikan kepada para relawan.
"Jadi ada ide gagasan buat partai super terbuka (tbk), saya sampaikan juga kepada relawan. Ternyata tahu-tahu diakomodir PSI," ungkap Jokowi.
Ia juga menambahkan bahwa gagasan ini tidak hanya dibagikan kepada Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tetapi juga kepada seluruh relawan yang mendukungnya.
Tanggapan Partai Politik
Meskipun masih sebatas gagasan, konsep Partai Super Tbk telah memicu diskusi di kalangan relawan serta politikus.
Wacana ini juga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan relawan Projo membentuk partai dengan konsep serupa di masa depan.
Budi Arie Setiadi bahkan menyebut bahwa ide tersebut mencerminkan keinginan untuk membangun partai yang berorientasi pada rakyat dan lebih terbuka.
Sejumlah partai politik pun memberikan tanggapan terhadap gagasan Partai Super Tbk.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Adies Kadir, menyatakan bahwa mendirikan partai politik merupakan hak setiap individu, termasuk Jokowi, asalkan memenuhi syarat hukum yang berlaku.
Golkar juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin bergabung.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan bahwa Jokowi dipersilakan untuk membentuk partai politik, asalkan tetap mengikuti aturan yang ada.
Namun, tanggapan berbeda datang dari PDIP.
Juru Bicara PDIP Guntur Romli, menganggap gagasan Partai Super Tbk sebagai bentuk kritik terhadap struktur kepemimpinan PSI.
Ia menilai bahwa PSI saat ini dikendalikan oleh Dewan Pembina, bukan Ketua Umum.
Guntur juga menduga bahwa konsep tersebut bertujuan untuk memberikan lebih banyak otoritas kepada Kaesang Pangarep, putra Jokowi yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.
Baca Juga: Beda Komentar Ketum PSI Kaesang Pangarep Terkait Majunya Ridwan Kamil dan Anies di Pilkada Jakarta
"Usulan Jokowi soal 'Super Tbk' adalah upaya untuk melindungi dan mendukung anaknya Kaesang Pangarep yang menjabat Ketua Umum PSI tapi masih dalam bayang-bayang dan kendali Dewan Pembina PSI," ujar Guntur Romli. ***




