POJOKSATU.ID - Nama Maya Kusmaya ramai diperbincangkan publik, usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengelolaan minyak di Pertamina.
Maya Kusmaya merupakan seorang profesional yang telah membangun karier di industri energi Indonesia.
Ia dikenal sebagai salah satu eksekutif di PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang distribusi dan pemasaran energi.
Latar Belakang dan Karier
Maya Kusmaya lahir pada 31 Agustus 1980 di Tasikmalaya. Ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan spesialisasi di bidang Teknik Kimia.
Sebelum bergabung dengan Pertamina, ia memiliki pengalaman bekerja di berbagai perusahaan, termasuk PT Badak NGL dan PT Kaltim Pasifik Amoniak.
Kariernya di Pertamina Patra Niaga berkembang pesat hingga menjabat sebagai Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga.
Dalam perannya, Maya berkontribusi dalam berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan bahan bakar ramah lingkungan dan pengelolaan distribusi energi selama periode penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
Selain dunia profesional, Maya juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam olahraga.
Ia pernah menyelesaikan lomba lari maraton penuh serta mengikuti ajang IronMan 70.3, menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebugaran.
Baca Juga: Kepala SMAN 1 Cianjur Dinonaktifkan Buntut Ngeyel Study Tour, Semua Sekolah di Jabar Akan Diperiksa
Jadi Tersangka
Pada 27 Februari 2025, Kejaksaan Agung menetapkan Maya Kusmaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan minyak di PT Pertamina Patra Niaga.
Kasus ini menyorot dugaan penyimpangan dalam distribusi minyak yang merugikan negara dalam jumlah besar.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut, dan publik menantikan perkembangan terbaru mengenai proses hukum yang akan dijalani Maya Kusmaya.
Baca Juga: Kejagung Kembali Menetapkan Tersangka Pertamina Patra Niaga, Berikut Identitas dan Jabatan Mentereng
Dengan rekam jejak profesionalnya yang panjang, kasus ini menjadi pukulan besar bagi citra Maya serta dunia industri energi Indonesia.
Hingga saat ini kasus tersebut masih berlanjut, dan menjadi sorotan publik. ***



.webp)
