POJOKSATU.id, BOGOR— Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro Ade) merupakan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih 2024 yang akan dilantik pada 20 Februari 2025 nanti.
Kedua pasangan ini diusung PPP, PKS, Demokrat, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem dan PKB. Rudy Susmanto yang saat ini masih berusia 40 tahun ini pernah mencatatkan sejarah sebagai Ketua DPRD termuda Kabupaten Bogor.
Rudy Susmanto, pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, 15 Agustus 1985, memimpin DPRD Bogor untuk periode 2019-2024 di usia muda 34 tahun.
Baca Juga: Viral Penumpang Histeris Emas Miliknya Hilang di Bagasi Pesawat, 1 Porter Maskapai Ditangkap
Putra dari pasangan Dada Hardiana dan Tety Rohaety ini mencatat sejarah sebagai ketua DPRD termuda Kabupaten Bogor hingga saat ini.
Profil Rudy Susmanto
Ayah Rudy Susmanto adalah prajurit TNI Angkatan Darat (AD) asli Majalaya, Bandung Selatan, Jawa Barat dan Ibunya berasal dari Sumedang, Jawa Barat.
Diketahui Rudy Susmanto adalah keturunan dari Bupati Sumedang pertama yaitu Suria Kusumah Adinata atau Pangeran Sugih yang berkuasa antara tahun 1836 hingga 1882.
Keluarga besar Rudy berasal dari TNI Angkatan Darat (AD). Kakeknya anggota RPKAD atau Kopassus sekarang. Dan ayahnya juga adalah anggota Kopassus yang tergabung dalam Grup 2 Kopassus.
Rudy dan keluarga kerap berpindah tempat tinggal, sebab mengikuti sang ayah bertugas. Dari Sukoharjo, pindah ke Pusdik Kopassus di Batujajar, Bandung Barat. Lalu ke Bukit Barisan, Sumatera Selatan, dan kembali lagi ke Solo, Jawa Tengah.
Baca Juga: Profil Walikota dan Wawako Bogor Terpilih 2024, Pejabat KPK Pertama Ikut Pilkada dan Langsung Menang
“Saya dari SD, SMP, SMA, dan kuliah di Solo. Orang bilang darah Pajajaran yang dibesarkan di Mataram dan pulang lagi ke Pajajaran. Sekarang saya warga Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto saat diwawancarai wartawan.
Masuk Partai Gerindra
Rudy Susmanto menikahi Eva Marthiana pada 2009, dan mereka memiliki tiga anak, yaitu Dyva Khairinnisa, Adiradaja Bima, dan Panji Rudy.
Meskipun hidup dalam keluarga militer, Rudy tetap menghadapi tantangan keuangan. Ia bekerja keras membantu keluarganya dengan berbagai cara, termasuk menjadi tukang ojek dan menjual tanaman hias saat kuliah.
Untuk membantu beban keuangan keluarganya yang cukup berat, Rudy Susmanto mencoba berbagai macam cara.
Selain meraih beberapa beasiswa prestasi dari kampus, dia juga menjalani profesi sebagai tukang ojek.
Rudy Susmanto kala itu sering mangkal di pangkalan ojek Tugu Kartasura pada malam hari usai kuliah.
Saat heboh Anthurium melanda masyarakat pada 2004-2005, Rudy mengisi waktu luang di sela-sela kuliah dengan menjual tanaman hias. Dia membuka nursery di Pasar Nongko, dekat Stadion Manahan Solo.
Setelah lulus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2007, Rudy sempat bekerja di perusahaan asing di Intermap (International Mapping NASA US).
Lalu bergabung dengan PT Nusantara Energy, perusahaan milik Prabowo Subianto, sebagai asisten khusus CEO.
Ketika Partai Gerindra didirikan pada 2008, Rudy menjadi asisten Ketua Dewan Pembina, Prabowo Subianto.
Posisi ini diembannya sampai 2010, saat itu dia ditunjuk sebagai General Manager Nusantara Polo Club hingga saat ini.
Setelah sekian waktu bergelut di dunia profesional, ayah tiga anak ini memutuskan terjun ke dunia politik praktis pada 2019 dengan maju sebagai calon legislatif di Kabupaten Bogor.
Oleh DPP Partai Gerindra, Rudy Susmanto diusung menjadi Ketua DPRD Bogor periode 2019-2024.
Profil Jaro Ade
Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade lahir 7 Agustus 1973 adalah politikus Indonesia. Saat ini usianya masih 51 tahun.
Dia meniti kariernya sebagai Kepala Desa Cileuksa selama 10 tahun dari 1998-2008.
Ia kemudian berhasil menembus parlemen dengan duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor selama dua periode.
Di DPRD Bogor, Ade pernah mengemban tugas sebagai Ketua Komisi C pada 2009-2012.
Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor hingga diberi amanah menjadi Ketua DPRD periode 2014-2019.
Sementara di Partai Golkar, Ade menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar masa bakti 2016-2021. Ia menang secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar pada Juni 2016.***




