POJOKSATU.id — Universitas Riau (Unri) menyelenggarakan Sosialisasi dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru.
Wakil Rektor bidang Akademik Unri, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., dalam laporannya, menguraikan persentase penerimaan mahasiswa baru di berbagai jalur seleksi.
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menampung 30%, Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) sebesar 40%, dan jalur Mandiri sebanyak 30% dari total daya tampung Unri yang mencapai 8.010 mahasiswa.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Unri memiliki 56 program studi jenjang Sarjana (S1), satu program studi Diploma IV (D4), serta delapan program studi Diploma III (D3), yang tersebar di 10 fakultas.
Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Aldela, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya, mengajak para siswa untuk memanfaatkan berbagai program beasiswa yang tersedia di Unri.
Ia menekankan bahwa Unri menyediakan banyak peluang beasiswa yang dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka.
Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, M.Si., mengungkapkan bahwa Unri telah mendapatkan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) untuk pembangunan 10 gedung baru di kampus.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unri, Dr. Rahman Karnila, S.Pi., M.Si., dalam paparannya membahas jadwal penerimaan mahasiswa baru serta pentingnya memilih perguruan tinggi berdasarkan akreditasi.
“Unri telah memperoleh akreditasi Unggul dengan 27 program studi berakreditasi Unggul, 14 program studi berakreditasi A, dan sisanya juga telah terakreditasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Unri memiliki tenaga pengajar yang terdiri dari 1.320 dosen, termasuk 124 guru besar.
Rahman Karnila menjelaskan berbagai jalur penerimaan mahasiswa di Unri, termasuk Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) wilayah Barat, Seleksi Mandiri Berbasis Tes (SMBT) yang sebelumnya dikenal sebagai Penelusuran Bibit Unggul Daerah (PBUD), serta jalur Penelusuran Bakat dan Minat (PBM) Afirmasi SMMPTN Barat, Afirmasi SMBT Unri, dan Kerja Sama.
Lebih lanjut, ia menguraikan jalur PBM Hafidz, yang diperuntukkan bagi siswa dengan hafalan minimal 10 juz yang telah disertifikasi oleh lembaga resmi.
Sementara itu, jalur PBM bidang olahraga ditujukan bagi atlet individu yang memiliki portofolio pendukung.
Rahman juga menyebutkan adanya perubahan aturan pada jalur SMBT atau PBUD, di mana kini siswa yang lulus dalam dua tahun terakhir masih memiliki kesempatan untuk mendaftar, serta dihapuskannya daftar hitam untuk sekolah yang sebelumnya terkena sanksi. ***




