POJOKSATU.id, JAKARTA— Sosok Kombes Hendy Kurniawan yang saat ini viral karena namanya disebut penyidik KPK menghalangi OTT Harun Masiku di PTIK Jakarta tahun 2020 lalu.

Dari biodata pria usia 55 tahun ini, tahun 2017 lalu Hendy Kurniawan pernah melecehkan Kopassus TNI AD dan Marinir TNI AL saat menjabat sebagai Kapolres Karawang.

Namun tahun itu juga, lulusan Akpol 2020 ini meminta maaf atas ucapannya yang dianggap telah menyinggung TNI.

Berikut jenjang karier Hendy Kurniawan yang lahir pada 1 Januari 1970 dirangkum Pojoksatu.id, dari berbagai sumber.

Baca Juga: Mengenal Sosok Ipda Ferren Azzahra, Polwan Polda Jabar Dicecar Ahmad Sahroni Usai Pecat Siswa SPN Gegara Punya Gangguan Jiwa

1.2008-2012


Hendy mendapat tugas sebagai Penyidik Muda Tidak Tetap KPK.

2.2016

Perjalanan kariernya berlanjut sebagai Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2016.

3.2017

Hendy kemudian ditunjuk menjadi Kapolres Karawang pada 2017.

4.2018


Kanit Subdit I/Indag Dittipideksus Bareskrim Polri pada 2018.

5.2021

Dia mendapat tugas sebagai Wadireskrimsus Polda Banten pada 2021.

6.2021-2022

Wadireskrimsus Polda Metro Jaya pada 2021-2022.

7.2022

Hendy dimutasi menjadi Direskrimsus Polda Kalimantan Utara tahun 2022.

Baca Juga: Kronologi Insiden Penembakan Polisi di Deli Serdang, Kapolda Sumut: Tegas Basmi Narkotika


Hendy Lecehkan Kopassus

Viral video permintaan maaf AKBP Hendy Febrianto Kurniawan kepada TNI. Sebelumnya, ada video lain yang beredar dan dianggap menyinggung TNI saat Hendy berucap.

"Dari Kopassus saya gulung semua! Saya tidak pernah peduli. Saya kalau menegakkan kebenaran siapapun depan saya, saya gulung semua," kata Hendy dalam video.

Lalu setelah video melecehkan TNI viral, muncul lagi video yang menampilkan Hendy viral di media sosial terkait permintaan maaf ke TNI.

Dalam video yang beredar, Hendy meminta maaf atas ucapannya yang dianggap telah menyinggung TNI, khususnya pasukan Marinir dan Kopassus.

Baca Juga: Tahun Ini, Sekolah Bisa CETAK IJAZAH MANDIRI, Atasi Keterlambatan Distribusi dan IJAZAH PALSU, Begini Ketentuannya

"Assalamualaikum, berkaitan dengan beredarnya video pengamanan unjuk rasa yang berisi tentang penyebutan institusi korps Marinir maupun Kopassus oleh diri saya pribadi, saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan TNI, Korps Marinir maupun Korps Kopassus," ujar Hendy Kurniawan dalam video.

Hendy tak lagi menjabat Kapolres Karawang berdasarkan surat telegram rahasia (TR) Kapolri nomor: ST/1277/V/KEP/2018 yang terbit pada Rabu (9/5/2018).

Dalam TR yang ditandatangani atas nama Kapolri melalui Karobinkar tersebut itu Hendy harus menyerahkan tongkat komando kepada AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya bertugas di SSDM Polri.

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya pergantian Kapolres Karawang.

"Iya benar," katanya, Kamis (10/5/2018) dilansir detikcom.

Namun saat ditanya pencopotan jabatan itu berkaitan dengan viral video Hendy yang ucapannya menyinggung TNI, Truno menyebut hal tersebut tidak ada kaitannya.

"Jadi begini, kita Polri ini prajurit Bhayangkara yang siap. Kita mencintai jabatan kita, namun jabatan itu suatu amanah yang suatu saat bisa diterima dan dilepaskan kembali. Jadi kita sudah siap, tidak ada kaitan. Intinya semua dinamika lah," kata Truno.***