POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus oknum polisi aniaya warga di kawasan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsesl).

Seperti diketahui, belum lama ini oknum polisi di Makassar viral usai melakukan tindak penganiayaan.

Dalam hal ini, salah seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang dipukul oleh oknum tersebut.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMK Negeri 10 Medan Demo Karena Terancam Gagal Ikut SNBP 2025, Dinas Pendidikan Sumut: Pengisian PDSS Injury Time itu Masalah

Bukan main, akibat kebengisan aparat ini menyebabkan pedagang wanita tersebut mengalami luka di bagian wajah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @B3doel__ pada Kamis (6/2/2025).

Dalam unggahannya, insiden penganiayaan tersebut terekam jelas dalam rekaman video amatir yang memperlihatkan kebengisan oknum berseragam.

Baca Juga: Kilas Balik Kasus Korupsi Eks Bupati Kukar Rita Widyasari: Kini Libatkan Ketum PP Japto Soerjosoemarno Hingga Politikus Ahmad Ali

“Diduga telah terjadi pemukulan oleh oknum di pelabuhan Makassar, korbannya seorang perempuan yang ditampar,” jelas di-caption.

Diketahui, insiden ini bermula ketika korban saat itu hendak masuk ke dalam kapal untuk berdagang pada Rabu (5/2/2025).

Namun, korban yang saat itu dihadang oleh aparat tidak mengindahkan larangan tersebut hingga mencoba menerobos masuk ke dalam kapal.

Baca Juga: Stok LPG 3 Kg di Bandung Aman, Disdagin: Tak Perlu Panic Buying

Padahal, aturan yang dibuat oleh perusahaan PT Pelni terkait legalitas para pedagang berjualan di dalam kapal tidak diperbolehkan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, AKP Andi Sukmawati terkait kasus tersebut.

Andi menuturkan bahwa aturan tersebut sudah lama ditetapkan terkait izin pedagang untuk berjualan di dalam kapal.

Baca Juga: Khusus untuk PPG Daljab, Kemenag Persiapkan Laman Khusus, Berikut Linknya

“(Pedagang) asongan dilarang naik ke kapal PT Pelni (aturan dari PT Pelni). Sehingga petugas pengamanan (TNI AL, Polsek Soeta, dan security Pelindo) menghalau,” ucapnya.

Oleh karena itu, korban dan para pedagang lainnya berakhir terlibat cekcok hingga berujung membuat oknum aparat melakukan penganiayaan.

Sebab, salah satu oknum tidak terima dengan perlakukan korban yang kala itu mendorong dirinya saat adu mulut.

Baca Juga: Apa Peran Ketum PP Japto Soerjosoemarno? Kini Diduga Terlibat Kasus Korupsi Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Namun, hal ini dibantah oleh Andi terkait anggotanya yang disebut telah melakukan tindak penganiayaan terhadap pedagang wanita.

Padahal, terekam jelas dalam video yang beredar memperlihatkan kondisi korban usai dipukul oleh aparat kepolisian. ***