POJOKSATU.ID - Joglo Tani, sebuah pusat pendidikan nonformal di Kabupaten Sleman, DIY, telah menjadi sorotan sebagai inspirasi utama bagi konsep Sekolah Rakyat yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Berdiri sejak tahun 2008, Joglo Tani menawarkan pelatihan bertani dan beternak yang bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat.
Joglo Tani dirancang sebagai tempat belajar yang terbuka untuk semua kalangan, tanpa batasan usia.
Dari siswa SMK, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin belajar bercocok tanam, ribuan peserta telah merasakan manfaat dari pusat pendidikan ini.
Baca Juga: Kemensos Targetkan Konsep Sekolah Rakyat Segera Selesai Bakal Dimulai Tahun 2026!
Pendekatan praktis dan aplikatif menjadi kunci keberhasilan Joglo Tani, memungkinkan peserta langsung mempraktikkan ilmu yang didapatkan.
Tidak hanya itu, Joglo Tani juga fokus pada pengajaran teknik bertani modern dan tradisional, sehingga peserta dapat mengadaptasi pengetahuan ini sesuai dengan kebutuhan lokal.
Hal ini menjadikan Joglo Tani sebagai model pemberdayaan yang relevan untuk diterapkan di berbagai daerah.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebut Joglo Tani sebagai salah satu inspirasi dalam pengembangan Sekolah Rakyat.
Konsep Sekolah Rakyat yang tengah disusun oleh Kemensos bertujuan untuk melengkapi pendidikan formal dengan tambahan kurikulum praktis, seperti bertani dan bercocok tanam.
Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos sedang mematangkan konsep ini dengan melibatkan masukan dari para pakar pendidikan.
Meskipun belum diputuskan apakah kurikulum Joglo Tani akan diadopsi sepenuhnya, nilai-nilai pemberdayaan dan keterampilan praktis yang diajarkan di Joglo Tani dipastikan menjadi bagian penting dari pertimbangan.
Joglo Tani telah melaksanakan berbagai program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan.
Joglo Tani adalah bukti nyata bahwa pendidikan tidak harus terbatas pada ruang kelas formal.
Dengan memanfaatkan potensi lokal dan semangat pemberdayaan, pusat pendidikan ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Jika Sekolah Rakyat dapat mengadopsi nilai-nilai dan pendekatan Joglo Tani, maka program ini berpotensi menciptakan generasi yang lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap ketahanan pangan.***




