POJOKSATU.id — Sertu Hendri, desertir TNI AD pelaku penyanderaan dan penembakan terhadap Serma Randi, belum ditemukan.
Tim Gabungan TNI Polri masih mencari keberadaan Hendri yang diketahui membawa senjata api.
Pelaku yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) sempat lolos dari pengepungan di Jalan Anwar Aid, Tanjungpandan, pada Selasa (14/1/2025).
Desertir TNI AD ini tak hanya melakukan penyanderaan dan penembakan terhadap Serma Randi. Hendri buron karena terlibat dalam perampokan dan kasus penipuan.
Aparat sudah memperketat pengamanan di lokasi strategis, termasuk pelabuhan dan bandara untuk mempersempit pergerakan pelaku.
Meski pengamanan sudah diperketat, warga Belitung tetap resah. Keberadaan Sertu Hendri yang bersenjata api dianggap mengancam keamanan.
“Kalau belum tertangkap nih resah rasanya, ngeri-ngeri kalau ingin keluar malam,” ungkap Nurmalita, warga setempat.
Senada, Lestari, warga Tanjungpandan, mengaku merasa waswas.
“Keseharian kami merasa terancam rasanya, pokoknya waswas lah kami, walaupun di rumah,” ujarnya.
Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa, turut menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap waspada tanpa panik.
“Segera laporkan bila mengetahui informasi tentang Sertu Hendri. Apalagi dia (Sertu Hendri) ini membawa senjata api, tentunya harus waspada, tapi tetap jangan panik,” kata Mikron, Kamis (16/1/2025).
TNI Akan Tindak Tegas
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Hariyanto, menegaskan bahwa Mabes TNI tidak akan mentolerir tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh prajurit aktif.
“Mabes TNI dan Puspom TNI siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menangkap dan memproses Sertu Hendri sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Hariyanto menambahkan koordinasi dengan tim gabungan terus dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.
“Kami ingin menekankan bahwa TNI tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik institusi dan merugikan masyarakat,” lanjutnya.
Kondisi Serma Randi Membaik
Sementara itu, Serma Randi, korban penembakan Hendri sudah dipulangkan dari RSUD Marsidi Judono. Plh Direktur RSUD, Ika Harniati, menjelaskan, “Setelah operasi, pasien dalam kondisi baik. Direncanakan pulang hari ini (Kamis, red), sore hari.”
Baca Juga: Mengenal Sosok Hendrawan Ostevan, Purnawirawan TNI Ditemukan Tewas Tergenang di Laut Marunda
Insiden penembakan yang terjadi pada Senin (13/1/2025) dini hari bermula dari upaya pelaku melarikan diri usai menyandera korban.
Korban ditinggalkan tergeletak pelaku. Saat itu diselamatkan oleh pengajar dan santri Pondok Pesantren Dhiya-Ul Quran di Desa Buluh Tumbang.
Peluru yang bersarang di tubuh Serma Randi berhasil diangkat melalui operasi, dan kondisinya kini dinyatakan stabil. ***




