POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus penganiayaan yang viral dilakukan oleh salah seorang pejabat pemerintah di Halmahera Barat, Maluku Utara.

Dalam hal ini, Demisius Boky selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Kadisperindagkop) Halmahera Barat telah membuat kegaduhan.

Yang mana, dirinya disinyalir kuat menjadi pelaku penganiayaan terhadap salah seorang pendemo hingga nyaris babak belur.

Baca Juga: PSIS Mengaku Tertarik Rekrut Shin Tae-yong, Tapi Ternyata PSSI Lakukan Perpanjangan Kontrak, Videonya Beredar

Bukan tanpa sebab, Demisius Boky bertindak demikian lantaran tidak terima kinerjanya diprotes oleh korban terkait permasalahan kelangkaan minyak tanah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Heraloebss pada Kamis (9/1/2025).

Dalam unggahannya, korban yang bernama Hardi mengaku mendapat penganiayaan dari pejabat pemerintah Halmahera Barat.

Baca Juga: Tonton Malaysia Open 2025 Hari Ini, Lima Wakil Indonesia Ini Melaju di Babak 16 Besar, Live Streaming Dimulai Jam 8 Pagi, Ramaikan!

Padahal, dirinya kala itu tengah memperjuangkan nasib warga setempat terkait kelangkaan bahan bakar berupa minyak tanah.

Di mana, harga minyak tanah yang beredar di pasaran dinilai Hardi sudah terlampau jauh dari angka wajar.

Diketahui, perjuangan Hardi untuk meminta penjelasan dari pihak Kadisperindagkop ini dilakukannya seorang diri pada Rabu (8/1/2025).

Baca Juga: Minyak Goreng Oplosan Minyakita Beredar, Reno Sukirno: Kalau Polisi Diam, Rakyat Bisa Berger

Namun, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Hardi justru berakhir mengenaskan dengan adanya tindak kekerasan.

“Saya datang sendiri untuk aksi di Kantor Perindagkop,karena minyak tanah langka,” ucap Hardi selaku pendemo.

“Jadi ada yang jual dengan harga tinggi, Rp9 ribu sampai Rp10 ribu perliter," lanjut korban penganiayaan Kadisperindagkop.

Baca Juga: Benarkah Kurikulum Merdeka Gagal karena Terlalu Idealis dan Terburu-Buru? Bagaimana Kenyataannya di Sekolah?

Diketahui, dalam aksinya ini Hardi berupaya menyuarakan keresahannya terhadap pihak Kadisperindagkop melalui media spanduk.

Di mana, spanduk yang dibawa korban penganiayaan ini ditempel disekitaran lingkungan Kantor Kadisperindagkop.

Alih-alih demikian, upayanya untuk memperjuangan hak warga setempat ini justru direspon negatif oleh Demisius.

Baca Juga: Data Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Kota Batu, Salah Satu Korban Meninggal Bayi Usia 20 Bulan

Bukan main, Demisius yang mengetahui tindakan Hardi ini sontak melancarkan serangan hingga nyaris membuat korban babak belur.

“Saya sampaikan kalau aksi ini saya sendiri jadi jangan buka spanduk, karena saya disini hanya menyampaikan aspirasi," jelasnya.

"Tapi setelah saya tempel spanduk itu Kadis perintah stafnya copot, saya hadang dan dari situ Kadis dan staf pukul saya,” lanjutnya.

Baca Juga: Mengapa Water Birth dan Home Birth? Begini Cerita Lahiran Nikita Willy, Inspirasi Bagi Ibu Modern Saat Ini

Berdasarkan informasi beredar, Kadisperindagkop ini telah diamankan oleh pihak kepolisian atas tindakan amoralnya.

Yang mana, tindak lanjut aparat kepolisian ini dilakukan lantaran Hardi melaporkan aksi bengis Demisius usai kejadian berlangsung. ***